Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menganggarkan dana budidaya rumput laut mencapai Rp 330 miliar pada tahun depan. Jumlah itu naik hingga delapan kali lipat dari tahun lalu yang hanya Rp 40 miliar.
"Anggaran budidaya sejumlah Rp 330 miliar khusus rumput laut saja, hal ini untuk meningkatkan jumlah petani rumput laut dan kualitas dari rumput laut itu. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 555 jenis rumput laut," ujarnya saat acara 'Konferensi Pers Tentang Rumput Laut, Pakan Ikan dan Danau Toba ' di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (9/10).
Susi menegaskan penambahan anggaran ini disebabkan potensi lahan rumput laut yang dimiliki Indonesia cukup besar yaitu 12,1 juta hektar. Sedangkan, pemanfaatan rumput laut baru sebesar 352.825,12 hektar
"Indonesia saat ini menguasai lebih dari 50 persen produk rumput laut hasil budidaya dunia berasal dari jenis Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosium dan Glacillaria sp," kata dia.
Menurut dia, usaha budidaya rumput laut memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir seluruh Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil.
"Produksi rumput laut (basah) Indonesia 9,2 juta ton pada 2013 dan meningkat di 2014 sebesar 10,2 juta ton," ucap Susi.
Susi menambahkan, pemerintah memang memfokuskan pengembangan species rumput laut yang bagus untuk diolah dan digunakan untuk kosmetik, sabun, obat dan makanan. Sehingga, pengembangan species ini dapat dioptimalkan di daerah-daerah.
"Kami akan melakukan penyebaran pabrik pengolahan di dekat daerah produsen," ungkapnya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengadakan rapat koordinasi tata kelola rumput laut pada 7 Oktober 2014. Pemerintah sepakat untuk memberikan manfaat ekonomi untuk rumput laut.