Belum lama ini sebanyak 2.000 ton ikan cakalang impor masuk ke Pelabuhan Muara Baru, Jakarta. Hanya saja, ikan cakalang tersebut disinyalir bukan milik Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menduga ikan impor tersebut hanya menjadikan Indonesia sebagai tempat 'pencucian'. Sebab, negara-negara tetangga kesulitan mengekspor produk ikan mereka ke negara-negara Eropa.
"Dari negara luar dapat yellow card, sehingga tidak boleh jualan ke negara Eropa. Jangan sampai jadi tempat pencucian saja, semua yang masuk akan kita awasi," ujar Susi di ruang rapat Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6).
Sampai saat ini, Susi mengaku masih belum mengetahui asal muasal ikan cakalang tersebut. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui dari mana asal impor ikan cakalang tersebut.
"Pengusaha dan negara asal akan di-trace, yang penting jangan sampai ganggu sehingga nelayan susah. Vietnam dan Thailand sudah dapat yellow card, sehingga tak bisa jual ke Eropa," tegas Susi.
Selain itu, lanjut Susi, dia membantah pemberitaan yang menyebut jika pihaknya membuka keran impor secara luas. Sebab, impor ikan saat ini justru mengalami penurunan.
"Kebijakan impor dari dulu sampai sekarang sama. Sebetulnya dari data, impor ikan kita turun, hanya jenis ikan tertentu, saya akui juga ada kesulitan impor salmon dari pengusaha restoran, saya sudah minta itu diperbaiki," pungkas dia.