Kasus suap yang menjerat mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Tbk, Emirsyah Satar diharapkan jadi pelajaran bagi direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. BUMN diminta dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan membanggakan bangsa.
"Arahan dari pak presiden, tentunya yang diutamakan bahwa tadi ada gambar pesawat Garuda, itu paling utama menurut saya, jangan sampai hal seperti ini terjadi di bawah pemerintahan Pak Jokowi, di mana yang berada dalam pengawasan menteri BUMN yang sekarang," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno dalam arahannya ke ratusan bos BUMN di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (25/1).Dengan percaya diri, Rini menyebut direksi yang ada di bawah naungan kementeriannya saat ini lebih baik ketimbang direksi yang dahulu. "Saya meyakini BUMN sekarang, direksinya jauh lebih baik dari direksi sebelumnya," tegasnya.
Rini juga sangat sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, yang menyatakan bahwa sebagai pemimpin perusahaan yang dimiliki oleh negara, BUMN memiliki tanggung jawab besar bagi bangsa. Menurutnya, saat ini BUMN masih belum bisa berbuat banyak untuk bangsa.
"Bapak presiden mengingatkan, dan menteri keuangan juga mengatakan, jika 'saya masih memimpikan', BUMN seperti yang diharapkan oleh beliau. Sedih juga rasanya, kita sudah kerja dua tahun masih 'dimimpikan'," tegasnya.
Menurut Rini, Pertamina dapat menjadi contoh bagi BUMN lainnya. Sebab, perusahaan migas milik negara ini dapat membenahi keuangannya. "Saya berterimakasih kepada Pertamina yang betul-betul bisa membenahi keuangan. Tahun 2016 ini saja Pertamina, bisa mencatat keuntungan tiga kali lipat," pungkasnya.