Menhub Ungkap 3 Capaian Selama Nataru 2020, Termasuk Penurunan Angka Kecelakaan

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengapresiasi koordinasi antar kementerian/lembaga terkait di Posko Terpadu Angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Hal dibuktikan dengan berbagai capaian positif selama musim libur Nataru berlangsung.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Menhub Ungkap 3 Capaian Selama Nataru 2020, Termasuk Penurunan Angka Kecelakaan
budi karya bagikan masker di stasiun gambir. ©2020 Merdeka.com/istimewa

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengapresiasi koordinasi antar kementerian/lembaga terkait di Posko Terpadu Angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Hal dibuktikan dengan berbagai capaian positif selama musim libur Nataru berlangsung.

"Kita tahu bahwa di 2020 adalah suatu tantangan yang luar biasa, kita mempersiapkan nataru itu dengan seksama mempersiapkan dengan segala regulasi. Saya sangat berterima kasih kepada semua tim daripada Nataru ini yang melakukan sinergi yang begitu bagus," ucap dia dalam dalam acara Penutupan Posko Terpadu Angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) di Kantornya, Selasa (5/1).

Menhub Budi mengungkapkan, capaian positif pertama ialah turunnya angka kecelakaan di periode Nataru kali ini. Kendati demikian, dia tidak menyebut berapa pasti besaran angka yang dimaksud.

"Data Kakorlantas menunjukkan tingkat kecelakaan menurun. Dan juga Dishub melaporkan di moda darat, kereta api, laut maupun udara tidak terdapat kecelakaan signifikan. Berarti kerja keras kita berhasil," terangnya.

Kedua, luasnya sasaran inspeksi untuk memastikan kesiapan armada demi menjamin keselamatan pengguna di musim libur Nataru ini. "Kalau kita lihat bahwa selama 18 hari sejak 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021, kita melakukan monitoring terhadap 48 Terminal, dan 21 pelabuhan laut dan 13 daop KA. Ini menunjukkan cakupan yang sangat luas oleh Dishub di daerah dan stakeholders terkait," terangnya.

Capaian positif terakhir ialah aspek protokol kesehatan tetap terjaga dengan baik di seluruh moda angkutan. Diantaranya dengan terpenuhinya aturan rapid test antigen maupun PCR oleh setiap penumpang.

"Kita lakukan rapid test dan PCR, khususnya bagi mereka yang akan akan bepergian. Kemudian kita melakukan rapid test antigen secara intensif di udara dan di kereta api dan secara random di darat dan laut. Itu saya pikir suatu upaya yang bagus saya apresiasi khususnya teman-teman baik di perkotaan maupun di daerah-daerah sampai daerah terluar melakukan kegiatan ini," ujar dia mengakhiri.

Rekomendasi