Mendag: Untung besar bikin pedagang takjil abai kesehatan konsumen

Mendag meminta pemerintah daerah berperan aktif melakukan penertiban dan pengawasan terhadap jajanan takjil.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Mendag: Untung besar bikin pedagang takjil abai kesehatan konsumen
aneka makan takjil puasa. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

‎Masyarakat harus lebih hati-hati saat membeli menu berbuka puasa atau akrab disebut takjil. Apalagi yang dijajakan di pinggir jalan. Sebab tidak semua menu yang tampak menarik bebas dari bahan kimia. Ada pula yang berbahaya untuk kesehatan.

Terbukti saat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menemukan aneka minuman takjil mengandung zat-zat berbahaya. Pedagang menjualnya di kawasan Jalan Pahlawan dan Menteri Supeno Kota Semarang.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menuturkan, pedagang musiman kerap memanfaatkan momen Ramadan untuk meraup keuntungan berlipat ganda. Sehingga ada yang nakal dengan mengindahkan kesehatan pembeli, mereka menggunakan zat berbahaya.

"(Motifnya) ekonomi. Mereka mencari kesempatan bagaimana mendapatkan manfaat dengan menjual makanan untuk takjil khusus, agar keuntungannya berlipat, biasa pedagang," ujar Rachmat Gobelusai Diskusi Pangan Kita yang diselenggarakan merdeka.com, RRI, IJTI, IKN dan DPD RI di Jakarta, Senin (29/6).

Dia meminta pemerintah daerah berperan aktif melakukan penertiban dan pengawasan terhadap jajanan takjil di wilayahnya masing-masing. Ini demi memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat.

"Banyak, saya berharap pemerintah daerah melakukan penertiban, tetapi juga melakukan pembinaan kepada pengusaha kecil menengah," tegasnya.

"Pemerintah dan khususnya pemerintah daerah harus berperan lebih aktif untuk mengawasi produk-produk yang beredar," tambahnya.

Rekomendasi