PT Cinemaxx Global Pasifik yang berafiliasi dengan Lippo Grup berencana mengembangkan bisnis bioskop 2.000 layar di 300 lokasi di lebih dari 85 kota. Dengan aksi korporasi itu Lippo Grup pede Cinemaxx menjadi pemain terbesar dalam bisnis bioskop di Indonesia yang selama dikuasai Blitzmegaplex dan XXI.
CEO PT Cinemaxx Global Pasifik Brian Riady mengaku, target menjadi pemain utama di bisnis bioskop akan dicapai dalam waktu 10 tahun ke depan. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Cinemaxx Global sudah menyiapkan dana segar sebesar Rp 6 triliun.
"Visi kami menjadi perusahaan dengan jaringan bioskop terbesar di Indonesia dari aspek kuantitatifnya dan bioskop yang dipilih masyarakat dari segi kualitasnya. Untuk menjadi terbesar target dalam 5 tahun 1.000 layar dan 100 komplek, dalam 10 tahun 2.000 layar dan 300 komplek. Investasi Rp 6 triliun untuk beberapa tahun ke depan," ujar dia dalam konferensi persnya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (14/10).
Dia mengklaim bioskop yang dikembangkan Lippo Grup bakal menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Brian mengaku sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan ambisi tersebut.
"Dalam 5-10 tahun akan ada gebrakan. Kami percaya Indonesia ekonominya terbesar dan terkuat, sejalan dengan meningkatnya standar hidup maka hiburan modern semakin meningkat seperti bioskop," kata dia.