Kurangi beban pelemahan Rupiah, Pupuk Indonesia bakal genjot ekspor produksi

Pupuk Indonesia saat ini menggunakan gas bumi sebagai bahan baku pembuatan pupuk. Apesnya, pembelian gas menggunakan dolar AS.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kurangi beban pelemahan Rupiah, Pupuk Indonesia bakal genjot ekspor produksi
Distribusi Pupuk. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS (UDS) dipastikan mempengaruhi industri Tanah Air, terutama yang membutuhkan dolar dalam setiap produksinya. Salah satunya yaitu industri pupuk, seperti PT Pupuk Indonesia (Persero).

Pupuk Indonesia saat ini menggunakan gas bumi sebagai bahan baku pembuatan pupuk. Apesnya, pembelian gas menggunakan dolar AS.

"Tentu pelemahan Rupiah sangat berpengaruh karena bayar gas kita itu pakai dolar dan gas itu menjadi 70 persen dari cost kita," ungkap Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat di Kementerian BUMN, Selasa (8/5).

Untuk mengurangi beban terhadap menguatnya USD, Aas mengaku akan menyisiasati dengan meningkatkan pendapatan dari dolar. Salah satunya adalah pendapatan dari hasil ekspor.

Tahun 2017, Pupuk Indonesia telah mengekspor sekitar 700 ribu ton. Sementara pada 2018, perusahaan menargekan ekspor sekitar 800 ribu ton.

"Namun demikian, kita baru ekspor kalau kita sudah pastikan bahwa kebutuhan pupuk dalam negeri sudah terpenuhi. Sebagai BUMN kita tetap harus mengutamakan dalam negeri terlebih dahulu," paparnya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi