Kementerian Perhubungan menyatakan rencana usulan diskon tarif tol pada mudik mendatang kontraproduktif dengan upaya pengalihan pemudik dari ruas tol ke jalan-jalan alternatif.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalan nasional saat mudik nanti. Pemberian diskon ini malah akan membuat masyarakat menggunakan jalan tol sebagai pilihan utama.
"Kalau ada diskon berarti nanti orang akan lari ke jalan tol. Makanya kontraproduktif nanti dengan kebijakan kita," ungkapnya di sela-sela acara peringatan 'HUT 45 tahun YLKI', di Hotel Kaisar, Jakarta, Jumat (11/5).
Meski demikian, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat masih akan melihat lebih jauh konsep diskon tarif tol yang tengah disiapkan Kementerian PUPR dan Asosiasi Tol Indonesia (ATI) itu.
"Nanti saya akan liat konsep diskon spt apa, kalau soal prediksi arus mudik itu arus balik didiskon ya orang bakal lari ke situ semuanya," kata dia.
Jika kebijakan diskon tarif tol tersebut tetap akan diberlakukan, dia berharap kebijakan tersebut dilakukan pada waktu yang tepat, misalnya pada saat puncak arus mudik, sehingga berdampak pada kelancaran arus mudik tahun ini.
"Saya mungkin bisa lah diskon tapi klo bisa H-7 (7 hari sebelum Lebaran) jadi masyarakat bisa lari ke sana. Mengurangi beban (jalan tol saat arus puncak)," tandasnya.