PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyebarangan (ASDP) Indonesia Ferry terus berbenah untuk mempersiapkan sistem pembelian tiket kapal penyeberangan secara online (e-ticketing) guna memitigasi dampak penyebaran virus corona (Covid-19).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyampaikan, pembelian tiket online akan siap diimplentasikan sepenuhnya pada 1 Mei 2020 mendatang. Hingga saat ini, pembelian tiket penyeberangan 70 persen sudah dilakukan secara online.
"Paling telat 1 Mei sudah bisa melayani untuk tiket penyeberangan. (Progresnya) sudah mulai berjalan, sudah diberikan laporan ASDP (PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyebarangan). Di atas 70 persen pakai e-ticketing," jelasnya dalam sambungan video conference, Jumat (17/4).
Selain bisa dijamah secara digital, e-ticketing tersebut juga dapat dibeli di gerai milik Alfamart dan Indomaret. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat yang belum bersentuhan dengan teknologi online.
"Kita juga minta retail di Alfamart untuk bantu penjualan. Ini bisa bantu masyarakat untuk yang tak mengerti teknologi, bisa beli di Alfamart," ungkapnya.
Budi menjelaskan, jika e-ticketing aktif diterapkan sepenuhnya pada 1 Mei 2020, maka PT ASDP Indonesia Ferry dapat memperkirakan berapa jumlah permintaannya. "Online ini ASDP makin tahu, bisa mengantisipasi kapan pergerakan akan banyak. Ada kepastian jumlah (penumpang) dan kendaraan," katanya.
Advertisement
Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Irra Puspadewi mengatakan, pembelian e-ticketing untuk kapal penyeberangan bisa dipesan sejak H-30. Dia pun bersikeras untuk mengimplementasikan penggunaan tiket online ini meski banyak mendapat penolakan dari angkutan truk yang tak mengerti cara membelinya.
"Kita harus memaksa untuk kebiasaan baru ini. Karena kalau dibiarkan lagi go show kita tidak bisa mengontrol lagi jumlah crowd di lapangan," tegas dia.
"Online ini rencananya sudah setahun lalu. Tapi karena ada covid ini dapat lebih cepat direalisasikan. Kami tak mau melihat masyarakat antri terlalu panjang. Itu kenapa kita perlu online, supaya bisa diprediksi berapa jumlah orang yang bisa muat sesuai protokol covid," tandasnya.
Menurutnya, sistem e-ticketing akan sangat membantu pihaknya dalam mengontrol jumlah angkutan di tengah pandemi Covid-19. "Kalau seperti pak dirjen itu exactly kenapa perlu online. Supaya bisa dipreidksi berapa kapasitas muat sesuai protokol covid," ungkapnya.
Selain e-ticketing, dia menambahkan, PT ASDP Indonesia Ferry juga telah menyiapkan zona penyangga (buffer zone) untuk membatasi kepadatan di dalam pelabuhan yang dikelola perseroan. "Ada buffer zone dekat pelabuhan, akan dibuka 300-400 meter dari (gerbang) pelabuhan. Itu adalah last poin off buffer zone orang masih bisa reservasi," ujar Irra.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com