Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi marah BBM di Papua Rp 100.000, ini respons bos Pertamina

Jokowi marah BBM di Papua Rp 100.000, ini respons bos Pertamina Dirut Pertamina Dwi Soetjipto. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo terlihat marah saat mengetahui tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua yang mencapai Rp 100.000 per liter. Presiden Jokowi mendapat informasi ini langsung dari Gubernur Papua Lukas Enembe saat meresmikan 6 infrastruktur kelistrikan di Papua dan Papua Barat, kemarin.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menyebut, tingginya harga BBM di Papua terjadi karena harga barang dan kebutuhan lain memang mahal di Papua. Kemudian ini berdampak pada tingginya biaya produksi BBM di Bumi Cendrawasih.

"Di masa lalu harga di beberapa daerah Papua sangat tinggi sehingga itu yang membuat biaya produksi kalau beli sesuatu di Papua ini jadi mahal," ucap Dwi saat ditemui di Jayapura, Papua, Selasa (18/10).

Menjawab kemarahan Presiden Jokowi, Dwi berjanji akan menurunkan harga BBM Papua minimal harus sama seperti di Jawa yaitu Rp 6.450 per liter. Dwi akan melakukan subsidi silang yaitu menggunakan uang keuntungan dari bisnis lain untuk menutupi kerugian penjualan BBM di Papua.

"Strategi Pertamina harus efisien sehingga Pertamina bisa mendapatkan keuntungan dan bisa cross subsidi dari bisnis yang lain," kata Dwi.

Tak hanya itu, Dwi juga berjanji akan membuat harga BBM di semua wilayah Indonesia merata, tak hanya Papua.

"Targetnya bukan hanya Papua satu harga ke depan, nusantara satu harga, akan jadi kewajiban Pertamina sebagai salah satu BUMN itu membuktikan Pertamina sebagai tangan negara," tutupnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP