Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK tepis anggapan bongkar pasang kabinet karena perekonomian lambat

JK tepis anggapan bongkar pasang kabinet karena perekonomian lambat pelantikan menteri baru. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membantah spekulasi yang menyebutkan alasan pemerintah merombak jabatan menteri-menteri ekonomi lantaran turunnya pertumbuhan ekonomi.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun 2015 sebesar 4,67 persen. Angka ini masih jauh dari target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 sebesar 5,2 persen.

JK menegaskan, perombakan kabinet tak ada hubungannya dengan turunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kondisi ekonomi nasional lebih dipengaruhi faktor global, bukan sosok menteri di bidang ekonomi.

"Kemarin (pertumbuhan ekonomi turun) itu kan faktornya bukan hanya masalah menteri. Sebagian besar karena masalah eksternal. Jadi tidak bisa juga perkembangan itu akibat kabinet atau menteri," tutur JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

JK berharap reshuffle kabinet yang baru saja dilakukan bisa membawa kondisi perekonomian Indonesia semakin baik di tengah kondisi perekonomian global yang sedang bergolak

"Tapi memang apa pun ingin lebih baik lah. Diharapkan lebih baik," tutup JK (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP