Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meyakini, keberadaan pelabuhan peti kemas Kalibaru, Jakarta Utara bakal mendorong efisiensi waktu bongkar muat kapal yang selama ini membebani Pelabuhan Tanjung Priok. Kapasitas pelabuhan ini bisa mencapai 20 kali lipat lebih besar dibanding pelabuhan Tanjung Priok.
Saat ini, bongkar muat kapal membutuhkan waktu hingga 7 hari karena terbatasnya kapasitas pelabuhan Tanjung Priok. Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih kalah jauh. Contohnya di Singapura yang waktu bongkar muat cuma butuh 1-2 hari.
"Setelah hampir 5-9 hari, ini kita turunkan 4 hari. 4 hari itu efisiennya. Kenapa masih jauh? Akibat fasilitasnya kurang," tutur JK saat berkunjung ke lokasi Pelabuhan Kalibaru, Jakarta Utara, Senin (1/6).
Nantinya setelah ada Pelabuhan Kalibaru, tidak perlu lagi menumpang Singapura sebagai Hub atau tempat penampungan sementara. Otomatis, ini akan menekan biaya operasional.
"Maka sudah tidak perlu lagi Singapura sebagai tambahan (hub). Jadi fasilitasnya antara lain memperlancar logistik nasional kita," tutup JK.
Seperti diketahui, Rencananya, Pelabuhan Peti Kemas Kalibaru akan dibangun di atas laut dengan luas area 32 hektar dan muatan 20 kali lipat lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan peti kemas ini digadang-gadang menjadi pelabuhan terbesar di Asia Tenggara.
Investasi untuk proyek ini sekitar Rp 46 triliun. Pembangunan tahap pertama meliputi tiga terminal yang masing-masing bisa menampung peti kemas 4,5 juta TEUs, artinya secara keseluruhan bisa menampung 12,5 juta TEUs.
Sementara itu, Tahap Kedua terdiri dari pembangunan empat terminal yang masing-masing bisa menampung peti kemas hingga dua juta TEUs, atau total delapan juta TEUs.
Total investasi tahap pertama sebesar Rp 25 triliun dengan luas kawasannya 230 hektar.