Jepang tertarik berinvestasi pada proyek pembangkit listrik energi terbarukan. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menerima minat investasi dari Jepang senilai USD 75 juta atau setara Rp 1,04 triliun (dengan kurs Dolar AS Rp 13.900) untuk membangun pembangkit listrik mini hydro di 15 titik di Indonesia. Pada tahap awal, investor akan membangun dua titik di Sumatera Utara dengan nilai mencapai USD 15 juta. "Pada 2016 ini, perusahaan akan segera merealisasikan dua proyek mini hydro di Sumatera Utara dengan nilai investasi sekitar USD 15 juta," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani melalui keterangan pers, Jakarta, Selasa (8/3).Menurut Franky, dua pembangkit listrik mini hydro yang akan dibangun di Sumatera Utara memiliki kapasitas 7,8 MW dan 8,2 MW. Perusahaan saat ini sedang dalam proses pembahasan mengenai Purchase Power Agreement (PPA) dengan BUMN kelistrikan. "Dengan adanya PPA, perusahaan akan mendapatkan kepastian dalam melakukan investasi. Ini menjadi salah satu faktor yang akan dikawal oleh BKPM dan difasilitasi dengan pihak terkait," jelasnya.Lebih lanjut, Franky menjelaskan bahwa perusahaan Jepang tersebut berminat untuk mendirikan holding company di Indonesia. "Dengan nilai investasi yang disampaikan, maka BKPM siap memfasilitasi perusahaan dengan fasilitas layanan izin investasi 3 jam," paparnya.Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada 2015 mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode 2014. Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar USD 2,87 miliar, dengan total proyek 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja. Kontribusi utama investasi Jepang masih didominasi oleh sektor manufaktur, khususnya sektor Otomotif, elektronika dan permesinan, serta sektor kimia dan farmasi.Sedangkan untuk komitmen investasi Jepang di 2015, nilainya mencapai USD 8,1 miliar atau meningkat 95 persen dari tahun sebelumnya. Komitmen investasi tersebut berada di peringkat ketiga teratas dari daftar negara sumber komitmen investasi. Di atas Jepang terdapat China sebesar USD 22,2 miliar atau naik 42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kemudian Singapura naik 69 persen menjadi USD 16,3 miliar. Setelah Jepang, Korea Selatan juga mencatatkan kenaikan komitmen investasi 86 persen menjadi USD 4,8 miliar.
Jepang minat investasi Rp 1,04 T bangun 15 pembangkit mini hydro
Pada tahap awal, investor akan membangun dua titik di Sumatera Utara dengan nilai mencapai USD 15 juta.
Rekomendasi