Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) fokus meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat Papua pada sektor pertambangan di kawasan Light Industrial Park (LIP) PT Freeport Indonesia. Mengingat, kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertambangan masih selalu terbuka sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan, termasuk untuk Freeport Indonesia.
"IPN hadir 15 tahun beroperasi di Provinsi Papua untuk menghadirkan tenaga terampil dan kompeten pada sektor pertambangan," kata Senior Manajer IPN Papua Soleman Faluk dikutip Antara, Kamis (29/3).
Soleman menjelaskan, IPN hadir sebagai jembatan untuk mendukung pemerintah dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas, serta memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang andal di Papua. IPN mempertimbangkan pengembangan jangka panjang tenaga asal Papua melalui sistem pelatihan berbasis kompetensi tingkat dunia, yakni program magang, pra magang dan pendidikan orang dewasa.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat setempat sebagai tenaga terampil pada PTFI akan memberikan manfaat ekonomi secara signifikan. Dia berharap masyarakat setempat memanfaatkan kesempatan proses transformasi ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi sebagai subyek pembangunan daerah.
Superintendent Apprenticeship Management IPN Suzan Kambuaya mengungkapkan tingkat minat masyarakat Papua belajar di IPN relatif tinggi sejak 2003 dengan jumlah mencapai 4.154 orang. Terdapat 2.422 peserta didik dari 4.154 orang bekerja di PTFI dengan kompetensi beragam dan semangat kerja tinggi.
Suzan mengemukakan mayoritas peserta didik berasal dari tujuh suku sekitar PTFI yang menjadi fokus utama program pendidikan IPN. Dari tujuh suku terdapat dua suku yang mendapatkan keistimewaan untuk masuk seleksi IPN, yakni Amungme dan Kamoro dengan berhak mendaftarkan diri berbekal ijazah sekolah dasar (SD).
"Sedangkan lima suku lain merupakan suku kekerabatan yakni suku Dani, Damal, Moni, Me atau Ekari, dan Nduga," jelasnya.
Selain melibatkan masyarakat suku setempat, IPN juga membuka kesempatan bagi masyarakat Papua dan luar Papua yang lahir, serta besar dan berkontribusi terhadap Papua. "Saat ini terdapat 104 siswa asal Papua yang sedang mengembangkan kemampuannya di IPN," ungkap Suzan.
IPN berdiri di atas lahan seluas enam hektare milik PTFI dilengkapi sejumlah fasilitas kelas dunia seperti alat simulator untuk truk Caterpilar, Western Star dan tiga area simulasi tambang bawah tanah lengkap untuk "hauling", "loading", "dumping", ventilasi dan "jackleg".