Stasiun Duri yang melayani kereta lintas Tangerang ke Jakarta belakangan menjadi sorotan karena kepadatan yang luar biasa. Kepadatan Stasiun Duri disebut makin parah karena berkurangnya jumlah KRL yang melintas akibat bertambahnya perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta.
Untuk mengatasi hal itu, Menhub pagi ini mengumpulkan para stakeholder dan komunitas KRL untuk mencari jalan keluar. Dari hasil pertemuan itu, disimpulkan berbagai langkah yang akan dilakukan untuk mengurangi kepadatan di Stasiun Duri.
"Pertama, kita akan kembalikan satu perjalanan dengan high way yang sama, waktunya nanti akan kita tentukan, yang jelas saat pick hour. Jadi untuk pagi hari dari Stasiun Batuceper menuju Jakarta, dan sebaliknya untuk yang sore hari," kata Menhub Budi di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (6/4).
Kedua, pemerintah memberikan insentif subsidi kepada para komunitas KRL yang melintas Stasiun Batuceper ke Stasiun Duri untuk menggunakan Kereta Bandara, dengan harga tiket KRL. Hanya saja kebijakan ini sifatnya terbatas.
Ketiga, melalui Direktorat Jendral Perkeretaapian akan mempercepat pembangunan jalur tunggu untuk kereta bandara. Dengan demikian nantinya lansiran kereta bandara di Stasiun Duri tidak akan menganggu perjalanan KRL.
"Awalnya ini kan dikerjakan dalam waktu dua bulan, nah kita akan segera selesaikan dalam satu bulan ke depan," tegasnya.
Dengan selesainya jalur tunggu ini, nantinya kebijakan insentif kepada komunitas KRL untuk menggunakan kereta bandara dengan harga KRL, akan ditiadakan.
Solusi keempat yang ditawarkan, di Stasiun Duri juga akan dibangun beberapa peningkatan fasilitas mulai dari perluasan ruang tunggu penumpang hingga penambahan tangga menuju peron stasiun.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6