Ini respons Kemendag soal izin BUMD DKI impor 10.000 ton bawang putih China

PT Food Station Tjipinang Jaya sudah mengajukan izin impor bawang putih sebanyak 10.000 ton sampai akhir tahun ini. Hal tersebut dilakukan mengingat pasar bawang putih di Jakarta dan sekitar kerap mengalami fluktuasi harga saat permintaan tinggi. Perseroan yakin mampu menjaga harga di bawah acuan pemerintah.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ini respons Kemendag soal izin BUMD DKI impor 10.000 ton bawang putih China
Ilustrasi bawang putih. India.com

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan, angkat suara terkait usulan PT Food Station Tjipinang Jaya terkait izin impor bawang putih dari China sebesar 10.000 ton hingga akhir 2018. Dia berpendapat, apa yang telah dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta tersebut pada saat puasa dan Lebaran kemarin telah mampu menstabilkan harga pangan.

"Itu Food Station, salah satu BUMD yang memang maksud dan tujuannya itu dalam rangka stabilisasi harga. Lumayan kan? Stabil (harga saat puasa dan Lebaran)," ucap dia di Jakarta, Jumat (6/7).

Sebelumnya, PT Food Station Tjipinang Jaya sudah mengajukan izin impor bawang putih sebanyak 10.000 ton sampai akhir tahun ini. Hal tersebut dilakukan mengingat pasar bawang putih di Jakarta dan sekitar kerap mengalami fluktuasi harga saat permintaan tinggi. Perseroan yakin mampu menjaga harga bawang putih di bawah acuan pemerintah, yakni sebesar Rp 25.000 per kilogram.

Oke mengatakan, dia masih belum bisa memperkirakan bagaimana reaksi pasar ke depan terkait isu kenaikan harga bawang. Dia menyampaikan itu lantaran adanya banyak faktor yang bisa membuat harga bawang putih tidak menentu.

"Nanti kita lihat. Kita sekarang itu baru lepas dari puasa dan Lebaran. Sekarang berbagai aspek sedang kita perhatikan, seperti adanya tahun politik. Itu sedang diproses," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi