Indonesia Rogoh Rp 655,56 T Demi Pertumbuhan Ekonomi 3,65 Persen di 2021

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menaksir, biaya pemulihan ekonomi Indonesia mencapai USD45,9 miliar atau setara Rp655,56 triliun (asumsi kurs Rp14.282) di 2021. Angka itu mencapai 23,6 persen dari total pengeluaran negara.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Indonesia Rogoh Rp 655,56 T Demi Pertumbuhan Ekonomi 3,65 Persen di 2021
Menkeu Sri Mulyani. ©Humas Kemenkeu

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menaksir, biaya pemulihan ekonomi Indonesia mencapai USD45,9 miliar atau setara Rp655,56 triliun (asumsi kurs Rp14.282) di 2021. Angka itu mencapai 23,6 persen dari total pengeluaran negara.

"Sehingga, pada tahun 2021 ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 3,65 persen. Capaian ini setelah kontraksi pada tahun 2020 sebesar minus 2,07 persen ," katanya dalam acara Finance Track KTT G20 di Jakarta, Rabu (16/2)

Sri Mulyani mengatakan, dana yang dikeluarkan pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi domestik itu turut ditopang oleh perbaikan kinerja di sektor ekspor. Menurutnya, sektor tersebut memainkan peranan penting dalam pemulihan yang terjadi.

Sektor produksi seperti industri manufaktur, perdagangan, dan pertambangan yang didorong oleh kenaikan harga mengalami pertumbuhan kuat. Hasilnya, output perekonomian Indonesia berhasil melampaui level sebelum pandemi covid-19.

Bendahara negara ini menambahkan, fondasi perekonomian Indonesia yang terus membaik juga menjadi alasan pemulihan berjalan dengan cepat. Bahkan lebih cepat dibandingkan krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997 sampai 1998 lalu.

"Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan pemulihan yang cepat," tutupnya.

Bersama AS dan China, Ekonomi RI Disebut Telah Kembali ke Era Sebelum Pandemi

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, Indonesia masuk jajaran negara yang ekonominya telah kembali ke level pre pandemi. Negara yang ekonominya telah kembali ke level pre pandemi adalah Singapura, Indonesia, Amerika Serikat, Korea Selatan dan China.

"Perekonomian Indonesia tercatat menjadi salah satu yang sudah pulih di 2021," kata Febrio dalam Taklimat Media, Jumat (10/2)

Febrio mengatakan, predikat ini diperoleh Indonesia dengan didukung oleh kebijakan pengendalian pandemi. Selain itu, pengendalian pandemi juga diikuti okeh pertumbuhan ekonomi yang berkualitas disertai penerapan kebijakan ekonomi yang efektif.

Sementara itu, di lain sisi masih banyak negara yang belum mampu keluar dari jebakan pandemi. Beberapa negara yang belum kembali ke level pre pandemi adalah Filipina, Meksiko, Italia, Jerman dan Perancis.

Febrio menambahkan, melihat dari masa-masa krisis pada tahun sebelumnya, kebangkitan ekonomi memakan waktu tiga hingga empat tahun. Namun untuk pandemi Virus Corona, Indonesia hanya butuh 1,5 tahun untuk perlahan bangkit.

"Pada krisis 1998 itu kita butuh 3 hingga 4 tahun untuk keluar dari krisis. Pandemi Corona kita butuh 1,5 tahun. Di mana pada 2021 sudah terlihat pemulihan," katanya.

Rekomendasi