Dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam memimpin roda pemerintah nilai belum menunjukkan hasil yang begitu menggembirakan, terutama dalam daya saing di tingkat global.
Ekonom Institute for Development Economy and Finance (Indef) Eko Listianto, mengatakan, daya saing Indonesia masih kalah dengan India.
"Nah, sekarang kita lihat India. Nyaris semua indikator meningkat. Dan Narendra Maody, PM India, dipilih Mei dan nyaris sama dengan Jokowi JK. Namun capaiannya berbeda. Ini menunjukkan India cukup banyak pilar yang berhasil diperbaiki, dalam 2,5 tahun mereka berjalan," katanya di Jakarta, Kamis (20/10).
Dirinya mengatakan sisi inovasi Indonesia menurun dari peringkat 30 di tahun 2015 menjadi peringkat 31 di tahun ini menurut data Global Competitiveness Index. Sedangkan posisi India meningkat dari peringkat 42 sekarang menjadi 29.
Dari sisi pasar keuangan, posisi Indonesia mengalami kenaikan dari 49 menjadi peringkat 42. Namun posisi India masih lebih baik, di mana semula menempati peringkat 53 menjadi peringkat 38.
Sedangkan dari sisi kesehatan dan pendidikan Indonesia berada di peringkat 100, sedangkan India di peringkat 85.
"Memang tidak semua hal di India lebih baik, kita ada peringkat yang lebih baik seperti kebutuhan dasar, kita 52 India 63, mungkin karena faktor penduduk mereka yang lebih banyak. Namun terkait dengan inovasi kita masih kalah. Secara keseluruhan kita kalah," jelasnya.