Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 100 per Barel Dipicu Sanksi Barat ke Rusia

Minyak mentah Brent untuk pengiriman April tercatat naik USD 3,06 atau 3,1 persen, menjadi USD 100,99 per barel di London ICE Futures Exchange.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 100 per Barel Dipicu Sanksi Barat ke Rusia
Ilustrasi Migas. istimewa ©2019 Merdeka.com

Harga minyak di pasar internasional pada perdagangan Senin (Selasa, WIB) melonjak di atas USD 100 per barel. Kenaikan harga dipicu investor yang mulai memperhitungkan dampak sanksi terbaru negara-negara Eropa terhadap Rusia.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman April tercatat naik USD 3,06 atau 3,1 persen, menjadi USD 100,99 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik USD 4,13 atau 4,5 persen, menjadi menetap di USD 95,72 per barel di New York Mercantile Exchange.

"Kenaikan harga yang mencolok disebabkan oleh sanksi yang dikenakan pada Rusia oleh Barat, yang kemudian diperketat lagi secara signifikan pada akhir pekan," ucap Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research.

Amerika Serikat bersama dengan Eropa dan sekutu lainnya, mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Sabtu (26/2) yang mengatakan mereka akan menghapus beberapa bank Rusia dari Society Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) atau sistem pembayaran untuk sebagian besar transaksi keuangan internasional, sebagai tanggapan atas operasi militer Moskow yang sedang berlangsung di Ukraina.

“Langkah itu memicu kekhawatiran terhadap gangguan pada pasokan energi Rusia," kata Fritsch.

Rekomendasi