PT Garuda Indonesia memastikan penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu dan sekitarnya tetap berlangsung normal walaupun terjadi peningkatkan aktivitas erupsi Gunung Sinabung pagi tadi. Perseroan juga telah melakukan antisipasi lebih lanjut atas pergerakan abu vulkanik terhadap jalur penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Medan maupun sekitarnya.
Direktur Produksi Garuda Indonesia Puji Nur Handayani mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia telah mempersiapkan upaya mitigasi dalam mengantisipasi gangguan abu vulkanik Gunung Sinabung.
"Dengan demikian, dapat kami pastikan bahwa saat ini seluruh rute penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Medan maupun sekitarnya tetap berlangsung normal," kata Puji melalui keterangan resmi yang diterima merdeka.com, Senin (19/2).
Dengan demikian, Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Sinabung tersebut, khususnya aktivitas sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
"Garuda Indonesia juga terus melakukan koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan layanan kebandaraan lainnya baik Angkasa Pura hingga Airnav dalam memastikan kelancaran layanan operasional penerbangan sejalan dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Sinabung tersebut," imbuhnya.
Seperti diketahui, letusan besar Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, terjadi Senin (19/2) pagi. Berdasarkan informasi dihimpun, letusan terjadi sekitar pukul 08.54 WIB. "Tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter. Ini erupsi terbesar pada 2018," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra Senin (19/2).
Akibatnya lima kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terdampak erupsi Gunung Sinabung, Senin. Kawasan tersebut diselimuti abu vulkanik yang dilontarkan gunung api itu sejak pukul 08.54 WIB.
Kecamatan yang diselimuti debu masing-masing Simpang Empat, Naman Teran, Payung, Tiga Nderket, dan Munthe. "Lima kecamatan itu yang terparah, meski secara umum hampir semua kecamatan terdampak. Saat ini debu masih turun terus. Kondisi di lima kecamatan itu jadi gelap karena jarak pandang hanya sekitar 2-5 meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Martin Sitepu, Senin (19/2).