Gunakan e-Money, Ahok tak mau tiap sen uang APBD DKI keluar sia-sia

Ahok juga memperingatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mempunyai peran lebih besar lagi.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Gunakan e-Money, Ahok tak mau tiap sen uang APBD DKI keluar sia-sia
Ahok naik KRL berema HUT Jakarta. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Di ulang tahunnya yang ke-488, DKI Jakarta terus berbenah mewujudkan kota megapolitan modern. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Jakarta menawarkan segudang mimpi bagi penghuninya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau akrab disapa Ahok mengaku memiliki rencana besar membuat Jakarta lebih modern. Salah satunya dalam penggunaan atau pemakaian uang elektronik (e-Money). Dia mengklaim, belakangan ini penggunaan e-Money makin meningkat di ibu kota.

Penggunaan uang elektronik sudah diterapkan di DKI, salah satunya melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Selanjutnya, penerapan e-Money juga dijalankan untuk pembayaran moda transportasi.

Ahok juga meminta instansi pemerintahan DKI menerapkan penggunaan e-Money. Dengan begitu, uang APBD yang dibelanjakan bisa terpantau dan dampaknya bisa diketahui.

"Kami tidak ingin tiap sen yang kami belanjakan tidak memberi efek ekonomi yang maksimal," kata Ahok di Jakarta, Senin (22/6).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menginginkan agar tiap uang yang masuk atau keluar dari kas daerah bisa mendorong kemajuan perekonomian ibu kota.

Ahok juga memperingatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mempunyai peran lebih besar lagi. "BUMD harus analisis dengan baik tiap sen dibelanjakan BUMD beri dampak ekonomi," katanya.

Rekomendasi