Freeport siapkan penerbangan untuk antar karyawan mudik di Lebaran 2018

Fak-fak dipilih menjadi rute penerbangan karena banyak karyawan yang mudik ke kota tersebut. Fak-fak adalah wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam sementara belum ada akses penerbangan langsung yang menghubungkan Timika dengan Fak-fak.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Freeport siapkan penerbangan untuk antar karyawan mudik di Lebaran 2018
Freeport siapkan penerbangan. Istimewa ©2018 Merdeka.com

PT Freeport Indonesia menyelenggarakan penerbangan khusus untuk para karyawannya yang mudik ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri di wilayah Papua. Penerbangan tersebut dilaksanakan pada Senin (11/6) dari Bandara Mozes Kilangin di Timika dengan tujuan Fak-fak. Penerbangan Idul Fitri ini sudah memasuki tahun ke-7 sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2011.

"Dengan lokasi operasinya yang berada di daerah terpencil, perusahaan memahami bahwa kebutuhan untuk pulang ke daerah asal dan berkumpul bersama orang-orang terkasih adalah salah satu kebutuhan primer bagi karyawan. Terlebih di momen hari raya Idul Fitri yang sebentar lagi akan hadir di tengah kita semua, berkumpul dan merayakan hari raya bersama keluarga terkasih adalah kerinduan setiap karyawan," ucap Vice President-Industrial Relations Freeport, Demi Magai yang melepas penerbangan Idul Fitri tersebut.

Demi menjelaskan bahwa Fak-fak dipilih menjadi rute penerbangan karena banyak karyawan yang mudik ke kota tersebut. Fak-fak adalah wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam sementara belum ada akses penerbangan langsung yang menghubungkan Timika dengan Fak-fak, sehingga biasanya karyawan yang akan bepergian ke Fak-fak harus terbang dulu ke Sorong atau Jayapura lalu menyambung penerbangan ke Fak-fak.

"Dengan fasilitas penerbangan Idul Fitri, karyawan dapat memangkas waktu dan biaya perjalanan. Untuk dapat terbang dengan penerbangan Idul Fitri, karyawan cukup membayar tiket subsidi sebesar Rp 300.000 per penumpang yang jauh lebih terjangkau dibanding penerbangan komersial yang sudah pasti memasang tarif tertingginya di musim liburan," tambah Demi.

Demi Magai menjelaskan, penerbangan ini rutin dilaksanakan karena kualitas hidup karyawan adalah salah satu hal yang menjadi perhatian serius perusahaan. Menurutnya karyawan adalah aset perusahaan yang paling berharga sehingga perusahaan ingin memastikan karyawan mendapat fasilitas terbaik yang dapat mendukung terbangunnya suasana kerja yang sehat dan produktivitas yang baik.

"Kami berharap karyawan dapat memanfaatkan fasilitas penerbangan Idul Fitri ini dengan baik. Kami berharap di tahun-tahun mendatang semakin banyak karyawan yang memanfaatkan program ini sehingga mereka semua merasa diperhatikan dengan baik oleh Perusahaan, mereka bisa berhari raya dengan keluarga di kampung halaman mereka," jelas Demi.

La Ode Kaimdhini, salah satu penumpang penerbangan Idul Fitri Divisi Mine Maintenance yang berangkat dengan lima orang anggota keluarganya mengaku senang dapat kemudahan yang diberikan perusahaan baginya dan keluarganya. Ini merupakan penerbangan Idul Fitri kedua baginya setelah keikutsertaannya yang pertama pada 2016 lalu.

"Penerbangan ini sangat memudahkan perjalanan pulang kampung kami karena jika tidak ada penerbangan langsung yang disediakan perusahaan, kami harus menempuh perjalanan yang lebih jauh dan panjang, entah itu transit di Sorong atau Jayapura dulu baru lanjut ke Fak-fak. Biayanya pun jauh lebih murah karena tiketnya disubsidi," tutur La Ode.

Penerbangan Idul Fitri tahun ini memberangkatkan 28 orang karyawan dan anggota keluarganya ke Fak-fak melalui Kaimana menggunakan pesawat charter twin-otter milik Airfast Indonesia. Penerbangan Timika ke Fak-fak ditempuh dalam waktu dua jam lima belas menit dengan perhentian di Kaimana untuk pengisian ulang bahan bakar pesawat. Penerbangan penjemputan untuk kembali ke Timika dijadwalkan pada 29-30 Juni 2018.

Rekomendasi