Ekspor Pertanian Tetap Tinggi Kala Pandemi, Jokowi Yakin Petani Makin Sejahtera

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencatat pertanian adalah salah satu komoditas ekspor yang bertahan saat pandemi. Bahkan, mengalami peningkatan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ekspor Pertanian Tetap Tinggi Kala Pandemi, Jokowi Yakin Petani Makin Sejahtera
Kunjungan Jokowi di Indramayu. ©2021 Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/editorial Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencatat pertanian adalah salah satu komoditas ekspor yang bertahan saat pandemi. Bahkan, mengalami peningkatan.

"Ekspor pertanian adalah salah satu ekspor yang mampu bertahan di tengah pandemi. Ekspor pertanian tahun 2020 mencapai Rp 451,8 T naik 15,79 persen dibanding tahun 2019 yang angkanya Rp 390,16 T," kata Presiden Jokowi saat meresmikan pelepasan merdeka ekspor pertanian tahun 2021, Sabtu (14/8).

Presiden Jokowi merinci, pada semester pertama 2021 dari Januari-Juni, nilai ekspor Indonesia sebesar Rp 282,86 triliun. Angka tersebut diketahui naik 14,05 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 202,05 triliun.

"Peningkatan ekspor komoditas pertanian ini juga berdampak pada kesejahteraan petani, nilai tukar petani," bangga Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengamini, hal tersebut bisa memacu semangat petani Indonesia. Dia yakin, petani Indonesia dapat lebih produktif di masa pandemi dan kepada kepala daerah untuk dapat terus menggali potensi wilayahnya sebagai peluang ekspor Indonesia selanjutnya.

"Saya minta kepada gubernur dan walikota untuk menggali ekspornya masing-masing, segera garap komoditas potensial pertanian dikembangkan perkuat dengan permodalan dan pendampingan," Jokowi menandasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor hasil pertanian selama Januari-Mei 2021 mengalami kenaikan tinggi, yakni sebesar 13,39 persen. Kenaikan terjadi karena subsektor tanaman obat, sarang burung walet dan produk olahan lainnya seperti rempah dan kopi mengalami kenaikan permintaan.

Dengan hasil tersebut, maka sektor pertanian secara kumulatif menyumbang kenaikan tinggi terhadap industri pengolahan, yakni sebesar 30,53 persen.

"Jika dilihat dari pergerakan di atas, maka kita bisa melihat bahwa performa ekspor indonesia berdasarkan subsektor sangat menggembirakan. tentunya kita berharap ke depan performa ekspor kita akan semakin bagus lagi," ujar Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto dalam siaran pers yang digelar virtual, Selasa (15/6).

Adapun ekspor nonmigas secara keseluruhan yang dihitung pada Mei 2021 mencapai 94,36 persen. Demikian juga dengan ekspor pertanian yang dihitung secara tahunan (YonY) mengalami kenaikan sebesar 0,69 persen, di mana tanaman obat aromatik dan rempah menjadi penyumbang terbesarnya.

"Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2021 mencapai US$83,99 miliar atau naik 30,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$79,44 miliar atau naik 30,31 persen," katanya.

Di sisi lain, upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2021 naik sebesar 0,14 persen jika dibanding upah buruh tani April 2021, yaitu dari Rp56.629,00 menjadi Rp56.710,00 per hari. Sementara upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,07 persen.

Sebelumnya BPS juga merilis kenaikan nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha petani (NTUP) pada bulan Mei 2021. Berdasarkan catatanya, kenaikan ini bahkan terjadi secara konsisten yang dihitung sejak Oktober 2020 hingga Mei 2021.

Jika menilik angkanya, NTP bulan Okteber 2020 mencapai 102,25, kemudian pada November mencapai 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10, Maret 103,29, April 102,93 dan bulan Mei tahun ini mencapai 103,29 atau naik sebesar 0,44 persen.

Begitu pun dengan nilai tukar usaha petani yang naik konsisten sejak Oktober 2020, yakni sebesar 1002,42. Lalu pada November mencapai 103,28, Desember 104,00, Januari 104,01, Februari 103,72, Maret 103,87, April 103,55 dan Mei bulan ini angkanya mencapai 104,04 atau naik 0,48 persen.

Mengenai hal ini, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para petani dan semua pihak yang mendukung jalanya proses pembangunan pertanian nasional. Karena itu, kata Kuntoro pemerintah melalui Kementan akan terus menggenjot nilai ekspor pertanian melalui program yang digagas Mentan Syahrul Yasin Limpo, yakni Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks).

"Gerakan itu merupakan gerakan yang akan mengakomodir semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan ekspor produk pertanian. Tentu kita berharap ke depan ekspor pertanian semakin lebih baik lagi," tutupnya.

Reporter: Ditto Radityo

Sumber: Liputan6

Rekomendasi