Ekspansi bisnis, Pertamina tertarik beli saham Repsol di Aljazair

Di mana saat ini, Pertamina sudah menguasai 65 persen saham, sementara 35 persen saham lainnya dikuasai oleh Repsol. Repsol tengah mengalami kesulitan keuangan, sehingga membuka peluang bagi BUMN energi ini untuk mengelola blok MLN sepenuhnya. Dengan demikian, Pertamina akan mampu meningkatkan produksi minyaknya.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Ekspansi bisnis, Pertamina tertarik beli saham Repsol di Aljazair
Ekplorasi Minyak. shutterstock

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan tahun depan perseroan tengah fokus dalam melakukan ekspansi di luar negeri, guna meningkatkan kapasitas produksi. Menurutnya, mayoritas investasi perusahaan sebagian besar masih akan dialokasikan untuk kegiatan di hulu.

Salah satunya dengan menambah partisipasi di ladang migas Menzel Lejmat North (MLN) di kawasan Gurun Sahara Provinsi Ourgla, Aljazair. Di mana saat ini, Pertamina sudah menguasai 65 persen saham, sementara 35 persen saham lainnya dikuasai oleh Repsol.

Dia menilai, saat ini Repsol tengah mengalami kesulitan keuangan, sehingga membuka peluang bagi BUMN energi ini untuk mengelola blok MLN sepenuhnya. Dengan demikian, Pertamina akan mampu meningkatkan produksi minyaknya.

"Repsol mau jual sahamnya. Kita lagi negosiasi lapangan yang sekarang. Kan lagi rugi tuh keuangannya. Mau jual total, lagi negosiasi," kata Bambang di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (13/12).

Selain menyelesaikan akusisi di lapangan Aljazair pada tahun ini, Pertamina juga secara resmi telah memiliki 24,53 persen saham Maurel and Prom yang dimiliki oleh Pacifico.

"Kami terus melakukan evaluasi untuk mendapatkan blok di luar negeri. salah satunya akuisisi saham Maurel & Prom, hasilnya dirasakan hingga Oktober 2016 produksi migas Pertamina 650 MBOEPD. jadi lebih tinggi 11,3 persen pada periode sama tahun sebelumnya," pungkasnya.

Rekomendasi