Distribusi terhambat banjir, Kemendag janji tak impor pangan

Wamendag menegaskan kendati ada fluktuasi harga, opsi impor belum jadi pilihan.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Distribusi terhambat banjir, Kemendag janji tak impor pangan
Beras impor. Merdeka.com /Arie Basuki

Kementerian Perdagangan menyebutkan, cuaca buruk beberapa pekan terakhir belum memaksa pemerintah menstabilkan harga. Hambatan utama terdapat di distribusi dari dan menuju Jabodetabek, bukan ketersediaan stok komoditas utama, semisal pangan.

"Kemendag enggak mengimpor kok. Sampai saat ini (banjir) belum selesai, yang sudah kita lakukan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum agar distribusi tidak lebih lama," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Rabu (29/1).

Meski telah ada percepatan distribusi antar pulau yang sempat jadi kendala, kini masalah bergeser ke soal lain. Khususnya pasokan bahan pangan lewat darat. Banyak jalan rusak akibat banjir di pantai utara Jawa.

"Kalau kiriman ke Jakarta pekan lalu bisa tertunda 24 jam, sekarang masih tertunda tapi sudah sekitar 12 jam dari normal," ungkapnya.

Kemendag coba berkoordinasi dengan pengusaha untuk memilih jalur-jalur darat yang efektif dan lebih lancar. Namun, untuk perbaikan jalan yang jadi biang masalah, Bayu menilai isu tersebut bukan wewenangnya.

"Ini pekerjaan di PU dan perhubungan," tegasnya.

Dari segi harga, komoditas utama mulai dari beras, sayur, buah, dan makanan jadi diakui Bayu mengalami sedikit kenaikan akibat banjir yang kembali terjadi hari ini. Namun dia tidak merinci besarannya.

Wamendag menegaskan kendati ada fluktuasi harga, opsi impor belum jadi pilihan. "Kita coba tekan supaya distribusi lebih lancar. Sekarang tidak ada kelangkaan".

Rekomendasi