Demo Ahok dan Donald Trump beri rapor merah IHSG jelang tutup tahun

Demo Ahok dan Donald Trump beri rapor merah IHSG jelang tutup tahun. Sejauh ini aksi demonstrasi yang berlangsung di DKI Jakarta telah memberikan dampak buruk terhadap beberapa sektor bisnis secara nasional.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Demo Ahok dan Donald Trump beri rapor merah IHSG jelang tutup tahun
Ilustrasi IHSG. ©2014 Merdeka.com

PT Schroder Investment Management Indonesia menilai aksi demonstrasi terkait penistaan agama yang melebar ke ranah politik turut berdampak negatif menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2016. Sejauh ini aksi demonstrasi yang berlangsung di DKI Jakarta telah memberikan dampak buruk terhadap beberapa sektor bisnis secara nasional.Chief Executive Officer Schroders, Michael T Tjoajadi, mengatakan berlarut-larutnya aksi demonstrasi telah memberikan dampak negatif bagi pergerakan IHSG di pengujung tahun ini, bahkan akan berimplikasi buruk terhadap ekonomi dalam negeri secara umum."Demonstrasi yang berlanjut terus, tentu sangat mempengaruhi IHSG dan ekonomi kita. Tanpa violent saja, demonstrasi itu mempunyai dampak negatif, apalagi jika selanjutnya demonstrasi itu terjadi violent," kata Michael kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (25/11)."Sentimen negatif itu sekarang sudah berpengaruh kemana-mana, contohnya sektor properti," tambah Michael.Michael menyebut, saat ini sektor properti banyak yang melakukan aksi menunggu dan menunda pengerjaan proyek terkait upaya mencari kepastian pasar pasca berlangsungnya sejumlah aksi demonstrasi. "Aksi demonstrasi mendatang (2 Desember 2016) juga akan memberikan sangat berpengaruh negatif bagi ekonomi," tegasnya.Sementara itu sentimen negatif dari global yang mempengaruhi laju IHSG pada pengujung 2016, kata dia, lebih dipengaruhi oleh terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS. "Fluktuasi sejumlah bursa saham, termasuk di Indonesia, terjadi sangat besar sejak pemilihan presiden Amerika. IHSG saja sempat langsung melemah lebih dari 100 poin," ucap Michael.Dia mengungkapkan, sentimen negatif Trump untuk negara-negara lain juga terjadi di pasar valuta asing maupun pasar surat utang. "Di pasar forex, bukan cuma Rupiah yang melemah, hampir seluruh mata uang dunia melemah terhadap Dolar AS. Politik di AS telah menjadi global impact yang negatif bagi negara lain," katanya.Diharapkan ke depan, kepemimpinan Trump di AS tidak memicu praktik perang dagang terkait rencana AS yang akan menaikkan tarif impor. Selain itu, Michael berharap pemerintah Indonesia mempercepat belanja modal dan belanja barang, karena 60 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Rekomendasi