Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Warga Terdampak Mati Lampu, Terjebak di Rumah Makan Hingga Mengamuk

Cerita Warga Terdampak Mati Lampu, Terjebak di Rumah Makan Hingga Mengamuk pln. Merdeka.com

Merdeka.com - Pasokan listrik Jakarta, Banten, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah mengalami gangguan sejak pukul 11.48 WIB. Menurut keterangan PLN, penyebabnya karena gangguan yang terjadi pada sisi transmisi ungaran dan pemalang 500 kV, yang mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian jawa barat dan jawa tengah mengalami pemadaman.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka.

Selain itu terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah Area Jawa Barat.

"Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal," tutup Made.

Pemadaman listrik ini berdampak pada aktivitas warga. Ada yang terjebak di rumah makan hingga mengamuk. Berikut uraiannya:

Terjebak di Rumah Makan

rumah makan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Listrik padam yang saat ini melanda wilayah Jabodetabek dan sekitarnya memberi dampak yang cukup luas. Salah satunya kepada warga DKI, Lia yang tengah menikmati makanan khas Palembang yaitu Pempek.

Cerita bermula saat Lia bersama keluarga menikmati makan siang di salah satu restoran Pempek di Jakarta. Saat menikmati makanan, listrik tiba tiba mati atau sekitar pukul 11.48 WIB.

Masalah muncul saat Lia ingin membayar tagihan makanan. Akibat listrik mati, EDC di restoran tidak bisa menyala atau tidak bisa menerima pembayaran non tunai. Sialnya, Lia saat itu juga tidak membawa uang tunai.

"Terjebak di rumah makan Palembang. Lagi asik asik makan pempek dan mikir bisa debit, lupa banget ambil cash. Ternyata gensetnya gak kuat narik selain lampu," kata Lia kepada merdeka.com.

Cerita tak berhenti di situ, Lia akhirnya harus mencari ATM untuk mengambil uang tunai. Namun sebagian ATM juga mati karena tidak ada energi listrik.

"Mau ambil tunai semua ATM gak bisa, kami terjebak di tempat makan," tegas Lia.

Tak Bisa Belanja

belanja rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Akibat gangguan aliran listrik ini, warga mengakui bahwa aktivitasnya menjadi terhambat. Masyarakat mengeluh karena tidak bisa mengambil uang di ATM dan bertransaksi di swalayan seperti di Alfamart.

Salah satu warga DKI Jakarta, Wisnu mengatakan bahwa aktivitasnya menjadi terhambat akibat mati lampu yang tiba-tiba terjadi. Akibatnya, dia tidak bisa melakukan transaksi di salah satu swalayan kawasan Jakarta Selatan. Selain itu, dia mengaku tidak bisa mengambil uang di ATM.

Saya tadi mau beli minuman dingin dan ambil uang di ATM, tetapi tidak jadi. Gara-gara mati lampu mendadak ini, saya jadi tidak bisa melakukan transaksi, ujar Wisnu.

Kejadian ini terjadi sejak pukul 11.48 WIB. PLN pun menjelaskan bahwa gangguan listrik ini terjadi pada sisi transmisi ungaran dan pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

"Saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," jelas Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (4/8).

Mengatur Lalu Lintas

lintas rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Nasib nahas juga terjadi pada warga Jakarta. Persimpangan jalan Fatmawati macet panjang karena lampu lalu lintas mati.

Petugas dinas perhubungan sampai kesulitan mengurai simpul kemacetan. Beruntung warga setempat yang juga anggota Forkabi turut membantu.

Bentakan anggota Forkabi pada pengendara yang tak sabaran menggelegar di persimpangan. "Jangan maju dulu!! Ini tidak bisa jalan. Jangan susah diatur kalau mau lancar," teriaknya pada pengendara motor di sana.

Mati lampu juga menyebabkan kekesalan warga calon penumpang MRT. Salah seorang warga bernama, Dana, harus menelan kekecewaan karena gerbang stasiun MRT ditutup saat dirinya sudah berada di sana.

"Gara-gara mati lampu ya pak?" ujarnya menanyakan apakah MRT beroperasi pada petugas keamanan penjaga gerbang.

"Iya dari jam 11.50 tadi mbak," ujar penjaga di stasiun MRT Blok A itu.

Ibu-Ibu Mengamuk

mengamuk rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Cerita berbeda datang dari Cinere. Tangis bayi menggema dari salah satu rumah di sebuah komplek di Cinere, Depok. Suara semakin ramai karena dilengkapi dengan caci maki seorang ibu anak satu.

Ibu muda bernama Lia itu marah karena pemadaman listrik oleh perusahaan listrik negara (PLN) sudah berjam-jam. Dia bingung bagaimana nasib stok ASI-nya nanti.

"Saya kan stok untuk anak waktu kerja besok. Bagaimana kalau sampai basi. Mana ada banyak botolnya," ujarnya sembari menenangkan tangis anaknya.

Mati listrik yang terjadi juga membuat anak Lia rewel. Karena anak tersebut kepanasan sehingga tidak bisa tidur siang.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP