Cerita Bupati Purwakarta Kehilangan Kunjungan Wisatawan karena Pandemi Covid-19

Kunjungan wisata yang biasanya mencapai ratusan ribu per bulan, hilang karena aktivitas masyarakat dibatasi. Tak pelak hal ini berdampak langsung kepada sektor UMKM.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Cerita Bupati Purwakarta Kehilangan Kunjungan Wisatawan karena Pandemi Covid-19
Ngobrol UMKM Bareng bersama Merdeka.com. ©2021 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Sektor UMKM di Kabupaten Purwakarta tak bisa menghindar dari dampak pandemi Covid-19. Sebab, sektor pendukung yaitu pariwisata kehilangan potensi pasarnya.

Kunjungan wisata yang biasanya mencapai ratusan ribu per bulan, hilang karena aktivitas masyarakat dibatasi. Tak pelak hal ini berdampak langsung kepada sektor UMKM.

"Dulu, tidak kurang 100 ribu kunjungan ke Purwakarta," kata Bupati Purwakarta Annne Ratna Mustika dalam acara EMTEK Digital: Ngobrol UMKM Bareng bersama Merdeka.com, Purwakarta, Kamis (2/12).

Anne bercerita, sepanjang tahun 2015-2017 menjadi tahun keemasan bagi pariwisata di Purwakarta. Kehadiran Air Mancur Sri Baduga menjadi daya tarik wisatawan. Hal ini pun membuat pertumbuhan pelaku UMKM berkembang pesat. Tidak kurang dari 15.000 UMKM tumbuh dalam waktu singkat.

"Dulu ada pusat oleh-oleh, wisatawan pasti datang ke sana. Ada 4,5 juta kunjungan per tahun, ini potensi besar," kata dia.

Sayangnya pandemi Covid-19 membuat semua yang telah bertumbuh menjadi berubah. "Pandemi mengubah wajah kita termasuk UMKM," kata Anne.

Diakui Anne, meski pemerintah pusat telah melonggarkan kebijakan PPKM, namun sulit baginya untuk kembali mendatangkan wisatawan ke Purwakarta. Maka jalan yang ditempuh haruslah melalui digitalisasi.

"Digitalisasi jadi jalan ter-asik buat pasarkan produk-produk UMKM kita," katanya.

Demi mendorong UMKM lokal, Pemda mendorong para pelaku usaha untuk bertransformasi ke pasar digital. Memberikan berbagai pelatihan agar produk lokal bisa masuk pasar nasional.

Beberapa yang telah dilakukan antara lain memberikan pelatihan pengemasan produk, manajemen keuangan hingga membuat website khusus untuk memasarkan produk.

Rekomendasi