Bos BKPM sebut manfaat Tax Amnesty belum akan terasa di awal 2017

Kepala BKPM, Thomas Lembong mengatakan perekonomian Indonesia pada tahun depan masih ditopang belanja pemerintah dan juga oleh konsumsi masyarakat.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Bos BKPM sebut manfaat Tax Amnesty belum akan terasa di awal 2017
Thomas Lembong bawa plastik. Sri Wiyanti©2016 Merdeka.com

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan pertumbuhan investasi di Indonesia pada tahun depan akan lesu. Sebab, banyak pengusaha yang masih fokus dengan program amnesti pajak atau Tax Amnesty.

Kepala BKPM, Thomas Lembong mengatakan perekonomian Indonesia pada tahun depan masih ditopang belanja pemerintah dan juga oleh konsumsi masyarakat.

"Kalau saya pribadi sangat memaklumi semua pengusaha dan pemodal fokus dulu ke Tax Amnesty, bila perlu investasi dikesampingkan dulu, supaya memastikan bahwa benar-benar mereka ikut serta secara maksimal di Tax Amnesty," ujar Lembong di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (5/10)

Namun, Lembong tetap optimis investasi di Kuartal II-2017 akan membaik karena keberhasilan dari Tax Amnesty. Mantan Menteri Perdagangan ini menargetkan pertumbuhan investasi tahun depan mencapai 12 hingga 14 persen.

"Jadi uang masuk di bank dulu. Nah untuk uang dari bank mengalir ke sektor riil itu perkiraan saya butuh waktu 6-9 bulan. Jadi target saya untuk tahun depan minimal segitu (12-14 persen)," pungkasnya.

Rekomendasi