Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan perusahaan pelat merah atau BUMN akan tugasnya sebagai agen pembangunan. Dia menegaskan, BUMN bertanggung jawab untuk membantu pemerintah mencapai program-program prioritas, seperti mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, pemerintah mengajak BUMN untuk aktif melakukan investasi. "Tahun kemarin posisi tingkat pengangguran 5,34 persen setara dengan 7 juta angkatan kerja kita. Tentunya pengangguran bisa diturunkan kalau ada penciptaan lapangan kerja," kata dia dalam Seminar di Jakarta, Rabu (13/3).
"Lapangan pekerjaan dihasilkan dari investasi yang dilakukan secara kontinyu. Kita harap BUMN lakukan investasi sehingga ikut menciptakan lapangan pekerjaan," lanjut dia.
Mantan Menteri Keuangan ini mengakui bahwa pihak BUMN memang kerap melakukan rekrutmen baik secara sendiri-sendiri, maupun lewat rekrutmen bersama. Namun, hal itu dinilai belum cukup untuk mengatasi masalah pengangguran.
"Dalam WA, saya terima akhir-akhir ini, ada opening BUMN yang dilakukan secara tersentralisasi. Jumlah cukup besar. Tapi tidak berhenti di situ. Kalau lakukan investasi maka akan menambah lapangan pekerjaan," jelas dia.
Jika lapangan pekerjaan semakin banyak, maka hal tersebut akan berujung pada penurunan angka kemiskinan. Diketahui pada akhir 2018, tingkat kemiskinan Indonesia berada di level 9,66 persen.
"Kalau kita berhasil berarti menciptakan lapangan kerja akan menciptakan penghasilan tambahan bagi keluarga yang miskin. Dan angka kemiskinan akan menurun. Tahun lalu tingkat kemiskinan 9,66 setara 27 juta yang miskin. Ini yang sebenarnya diharapkan dari BUMN untuk ikut mengurangi kemiskinan," tegas dia.