Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dengan adanya isu gerakan rush money atau penarikan uang secara besar-besaran pada 25 November mendatang. Masyarakat tak perlu terpancing dengan gerakan yang beredar di media sosial dalam upaya menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus dugaan penistaan agama tersebut.
"Saya berharap masyarakat tidak khawatir dan tidak terpancing, karena perbankan ini harus kita pelihara," kata Kartika di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11).
Dia menjelaskan, perbankan merupakan sistem keuangan yang paling besar di Indonesia, apabila goyah tentunya berdampak pada perekonomian di Tanah Air. "Kalau saya sih nggak khawatir karena pasar tidak akan terpancing lah," ujarnya.
Bank Mandiri sampai saat ini belum mempersiapkan antisipasi apabila benar gerakan rush money akan terjadi. "Nggak ada sih, kita menyampaikan kepada nasabah agar tetap tenang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.
Belakangan ini, media sosial tengah ramai dengan ajakan untuk menarik uang dari bank secara besar-besaran. Isu ini muncul bersamaan dengan rencana demo lanjutan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahja Purnama atau Ahok pada 25 November mendatang.