Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memprediksi inflasi Mei berada di kisaran 0,27 persen. Bank sentral akan melakukan survei di 82 kota di minggu kedua bulan ini. "Inflasi juga terkendala dengan baik. Bank Indonesia akan melakukan survei di 82 kota secara teratur di minggu kedua bulan Mei ini. Kita perkirakan inflasi di bulan Mei ada di kisaran 0,27 persen," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (12/5).Agus mengatakan angka tersebut nantinya masih akan sesuai dengan perkiraan pemerintah yaitu 4 plus minus 1 persen. "Itu masih sejalan dengan 4 plus minus 1 persen yang menjadi target pemerintah dan Bank Indonesia," ungkapnya. Ada beberapa komoditas yang diperkirakan turut memberi andil pada inflasi. Yakni bawang putih, daging ayam dan telur ayam serta tarif listrik. Namun demikian, komoditi bawang merah dan cabai diperkirakan akan menyumbang deflasi."Kita lihat ada beberapa tekanan inflasi itu, ada dari komoditi seperti bawang putih, harga daging ayam, telur ayam, itu cukup ada. Tentu ada harga listrik juga ya. Komoditi bawang merah dan cabai malah menyumbang deflasi," jelasnya. Agus menegaskan kenaikan inflasi masih harus terus diwaspadai. Sebab, bulan Mei sudah memasuki bulan puasa."Jadi kita tentu harus sama-sama mewaspadai, karena ini sudah menyambut bulan puasa tentu ada banyak tekanan. Saya menyambut baik koordinasi oleh pemerintah di pusat maupun daerah. Jadi inflasi selama masa keagamaan ini tetap terjaga," pungkasnya.
BI prediksi inflasi Mei 0,27 persen, disumbang dari bawang putih
BI prediksi inflasi Mei 0,27 persen, disumbang dari bawang putih. Angka tersebut nantinya masih akan sesuai dengan perkiraan pemerintah. bawang putih, ada daging ayam dan telur ayam serta tarif listrik. Namun demikian, komoditi bawang merah dan cabai diperkirakan akan menyumbang deflasi.
Rekomendasi