Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Kantornya. Dalam pertemuan tersebut, Sekrertaris Jenderal (Sekjen) Gapensi, Andi Rukman N dan beberapa anggota mengeluhkan kepada JK lantaran para pengusaha kontruksi swasta jarang dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur yang sedang digarap pemerintah.
"Kami baru saja melakukan pertemuan dengan Pak Wapres. Dalam audiensi kami menyampaikan menyangkut masalah konstruksi nasional Indonesia. Kami sampaikan bahwa dari 147 ribu anggota pelaksana konstruksi nasional di Indonesia saat ini semua masih menanti nawacita pembangunan infrastruktur, masih banyak yang belum kebagian (proyek), apalagi mau Lebaran," kata kata Andi di kantor Wapres, Jl Merdeka Utara, Senin (28/5).
Andi menjelaskan, dari 147 ribu anggota Gapensi hanya satu persen yang dilibatkan dalam proyek pemerintah. Seharusnya dari 1 persen tersebut kata Andi bisa bersinergi dengan pihak BUMN.
"1 persen saja itu saja pengusaha besar (swasta), 1 persen loh pengusaha yang besar, 1 persen coba dimanfaatkan benar-benar untuk bisa bergabung dengan BUMN itu," papar Andi.
Gapensi juga meminta adanya batasan para BUMN dalam mengikuti proyek. Dia meminta agar BUMN tidak boleh ikut dalam proyek di bawah Rp 50 miliar. Sehingga para BUMN bisa bersinergi dengan para pengusaha daerah.
Terkait masalah tersebut, Wapres JK kata Andi akan menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono untuk membicarakan lebih lanjut terkait batasan nilai proyek untuk BUMN. Agar para pengusaha swasta di daerah diberikan kesempatan untuk mendapatkan lahan garapan.
"Dan Insya Allah Pak Wapres akan menyampaikan lagi kepada Pak Menteri PUPR supaya mengimplenetasikan nilai tersebut supaya memberikan kesempatan kepada para pengusaha yang ada di swsata dan daerah. Jadi ada sinergi antara BUMN dan swasta," ungkap Andi.
Tidak hanya itu, Andi juga mengundang JK untuk menghadiri rapat pimpinan nasional di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, pada Juli mendatang. Dan rencananya kata Andi, JK akan hadir dalam acara tersebut. "Insya allah beliau akan mengatur waktu dan menghadiri acara tersebut," ungkap Andi.