PT Semen Indonesia berencana membangun pabrik di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang bekerja sama dengan pengusaha lokal di daerah tersebut. Dengan berdirinya pabrik ini, diharapkan akan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, pendirian pabrik semen tersebut akan memberikan dampak positif bagi daerah Kabupaten Pidie Jaya.
"Jika pabrik tersebut berdiri, maka diperkirakan akan menyerap 800 orang pekerja di daerah tersebut," kata Achmad di Jakarta, Kamis (22/12).
Menurut perencanaan awal, pabrik yang 90 persen sahamnya dimiliki oleh Semen Indonesia ini akan selesai di bangun pada 2020 dan pada proses pengerjaannya bisa menyerap hingga 3.000 tenaga kerja. Dalam setahun, lanjutnya, pabrik ini diperkirakan akan mampu memproduksi 3 juta ton semen per tahun.
"Untuk target pendirian pabrik kita akan bicarakan lagi karena menurut saya seharusnya bisa selesai di tahun 2019. Memang ada sedikit kendala untuk menyalurkan logistik tapi saya melihat itu bukan menjadi masalah. Lagi pula Indonesia berpengalaman dalam membangun pabrik semen," ujarnya.
Dia menegaskan, program pembangunan pabrik semen adalah kepentingan nasional. Pemerintah dalam hal ini pihak Kemenperin memberikan dukungan penuh antara lain dalam hal perizinan pabrik.
Sebelumnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Samana Citra Agung membentuk perusahaan patungan (Joint Venture Company) untuk menggarap pasar semen yang ada di Pidie, Aceh Timur, Sumatera Utara.
Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni mengatakan, pihaknya telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan lokal tersebut untuk membangun pabrik semen di Pidie, Aceh.
"Untuk membangun pabrik semen ini kami memanfaatkan lahan yang dimiliki PT Samana Citra Agung seluas 1.500 hektar. Sangat sulit menyediakan lahan seluas itu sendiri, bisa makan waktu lima tahun," ujarnya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.