Beban DKI terlalu berat, Jabodetabek termasuk 10 kota terbesar RI

Beban DKI terlalu berat, Jabodetabek termasuk 10 kota terbesar RI. Pemerintah menilai perlu untuk memindahkan kegiatan ekonomi ke daerah lain. Beban Jakarta semakin bertambah saat kota penyangga DKI juga semakin besar. Menurut Menteri Bambang, perlu dilakukan penyebaran pusat-pusat pertumbuhan baru.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Beban DKI terlalu berat, Jabodetabek termasuk 10 kota terbesar RI
Kemacetan Jakarta. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan DKI Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi sudah terlalu padat dan terbebani. Pemerintah menilai perlu untuk memindahkan kegiatan ekonomi ke daerah lain.Maka dari itu, direncanakan untuk memindahkan pusat pemerintahan keluar Pulau Jawa. "Beban Jakarta sudah terlalu berat karena Jakarta adalah pusat segalanya," ungkapnya di sela-sela Diskusi Hari Kependudukan 2017 dengan mengangkat tema 'Demografi Indonesia: Masa Depan yang Diinginkan', di Kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).Beban Jakarta semakin bertambah saat kota penyangga DKI juga semakin besar. "Saya sampaikan dari 10 kota di Indonesia, 5 itu ada di Jabodetabek, jadi bebannya itu sudah terlalu berat," jelas dia. Menurutnya, perlu dilakukan penyebaran pusat-pusat pertumbuhan baru, sehingga beban pertumbuhan tidak hanya dikonsentrasikan di satu kota saja. "Saya angkat supaya semua pihak sadar bahwa jangan nanti pertumbuhan ekonomi semata-mata hanya mengandalkan Jakarta," pungkasnya.

Rekomendasi