Apindo: Pengusaha bangkrut kalau Prabowo gaji buruh Rp 6 juta

Pengusaha tidak terlalu memikirkan janji kampanye yang dinilai belum tentu bakal direalisasikan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Apindo: Pengusaha bangkrut kalau Prabowo gaji buruh Rp 6 juta
Industri Mobil. ©2012 Merdeka.com/Arie Basuki

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengaku khawatir dengan janji calon presiden Prabowo Subianto yang berencana menetapkan gaji buruh sebesar Rp 6 juta per bulan jika terpilih jadi presiden.

Dalam pandangannya, jika rencana ini diimplementasikan, bakal banyak pengusaha dan investor menutup usahanya di Indonesia.

"Saya bingung juga kalau nanti pada lari semua labour intensive industri. Saya harapkan itu tidak terjadi," ucap Sofjan ketika ditemui di Hotel Le-Meridien, Jakarta, Kamis (19/6).

Sofjan mengkritik janji Prabowo itu. Menurutnya, rencana itu salah dan bisa membawa malapetaka. Tingginya upah buruh akan membuat pengusaha kabur dan akan berdampak langsung pada negara.

"Kalau itu terjadi, saya pikir akan jadi malapetaka. Yang sekarang saja mereka sudah setengah mati mau persaingan, apalagi mau Rp 6 juta per bulan," tegasnya.

Sofjan mengaku tidak akan terlalu memikirkan janji capres kepada buruh. Menurutnya, janji-janji manis itu adalah hal yang wajar diucapkan, terutama dalam masa-masa kampanye saat ini.

"Saya anggap itu cuma sekadar kampanye saja, menarik-narik buruh, tapi kan kenyataannya tidak mungkin. Kita kan mesti lihat cost kita berapa. kampanye ini kan kecap nomor satu, jadi jangan terlalu kita percaya juga lah soal-soal itu," tutupnya.

Janji menaikkan gaji buruh muncul saat debat calon presiden yang mengangkat tema soal Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat.  Prabowo berjanji gaji para pegawai akan mengalami kenaikan yang semula rata-rata sebesar Rp 3 juta per bulan menjadi rata-rata Rp 6 juta per bulan. 

Rekomendasi