Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menargetkan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor produksi seperti pertanian pada 2019 meningkat menjadi 60 persen. Tahun ini penerima KUR sektor tersebut masih berada di angka 40 persen.
"Tahun ini kita mulai 40 persen produksi atau hampir 50 persen dialokasikan untuk produksi. Tahun depan targetnya 60 persen produksi," ujar Menko Darmin di Hotel Mercure, Jakarta, Kamis (22/11).
Menko Darmin mengatakan KUR pertanian diharapkan bisa menerapkan konsep pembayaran cicilan setelah panen. Mengingat sektor ini memiliki jangka waktu putaran pemakaian dana yang cukup lama dari masa tanam hingga panen yaitu berkisar antara 4 sampai 6 bulan.
"Kita target KUR sektor produksi itu lebih banyak dari pada perdagangan. Kita minta KUR pembayaran nya yarnen, bayar setelah panen. Jangan dia belum mateng (panen), suruh nyicil dia mikir mau jual apa," katanya.
Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, bersamaan dengan peningkatan KUR sektor produksi, pemerintah juga akan menurunkan alokasi KUR sektor perdagangan secara bertahap hingga 30 persen.