Bibir Sumbing merupakan kondisi bentuk bibir bayi baru lahir yang terbelah di bagian atas, antara mulut dan hidung. Salah satu jenis cacat lahir yang terjadi sejak dalam kandungan.
Semasa kehamilan, tulang tengkorak dan jaringan di bagian kepala serta wajahnya tak berjalan sempurna. Sehingga timbul celah pada bibir, langit-langit rongga mulut janin, atau keduanya.
Kehamilan normal pada trimester pertama terjadi proses penyatuan. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab bibir sumbing dan langit-langit sumbing.
Para ahli percaya, kondisi bibir sumbing diakibatkan faktor genetik dan lingkungan. Berikut penyebab bibir sumbing bayi baru lahir, ketahui sebagai pencegahan di masa kehamilan.
Advertisement
Melansir dari alodokter, sebuah penelitian mengatakan bila salah satu anggota keluarga ada yang memiliki kondisi bibir sumbing. Maka calon bayi berisiko mengalami hal sama.
Kendati demikian, tidak berarti saat Anda atau pasangan mengalami bibir sumbing, akan memiliki anak dengan hal serupa.
Advertisement
Penyebab bibir sumbing selanjutnya karena ibu hami kekurangan nutrisi. Terkadang merasa mual dan tak mau makan, menjadi faktor manjanya seorang calon ibu hingga lupa dengan keadaan janin.
Ibu hamil memang diwajibkan memerhatikan asupan nutrisi demi tumbuh kembang calon bayi. Ketidakseimbangan menyebabkan risiko bibir sumbing.
Advertisement
Terpapar asap rokok dipercaya berbahaya bagi banyak orang. Apalagi bagi ibu hamil yang rentan bersama janinnya.
Selain perokok aktif, ibu hamil yang kerap terpapar asap rokok atau perokok pasif, memiliki risiko untuk melahirkan bayi dengan kondisi bibir sumbing.
Advertisement
Seorang wanita hamil yang minum alkohol berlebihan, bisa mengalami sindrom alkohol pada janin. Mengakibatkan kelainan kongenital atau kelainan bawaan (cacat lahir) pada bayi. Dikutip dari alodokter, selain menimbulkan risiko bibir sumbing, konsumsi alkohol bisa mengakibatkan bayi kesulitan belajar, hingga masalah sosialisasi anak saat dewasa. Risiko berkepanjangan yang tentunya merugikan anak dan orang tua.
Advertisement
Dilansir dari halodoc, penelitian yang dimuat dalam World Journal of Pharmaceutical and Medical Research mengungkapkan, status gizi memegang peran penting terkait kondisi bibir sumbing.
Penyebab bibir sumbing bermula dari kurangnya asupan vitamin B6 atau asam folat. Hasil studi menyimpulkan, ibu dengan asupan asam folat dan zinc yang kurang, lebih berisiko melahirkan bayi bibir sumbing.
Advertisement
Mengutip dari alodokter, ibu hamil sudah bisa disebut obesitas jika memiliki indeks masa tubuh (IMT) 25 atau lebih. Sehingga ada baiknya menjaga pola hidup sehat dengan olahraga ringan selama hamil.
Ibu hamil yang obesitas, janin akan bisa merasakan dampak buruknya pula, seperti bibir sumbing, obesitas di masa kanak-kanan, hingga diabetes dan sakit jantung saat dewasa.
Advertisement
Penyebab bibir sumbing selanjutnya berasal dari ibu hamil yang konsumsi obat-obatan. Beberapa di antaranya, isotretinon atau obat jerawat, methotrexate atau obat psoriasis, arthritis dan kanker, serta obat anti kejang.
Pastikan untuk konsultasikan terlebih dahulu pada dokter, sebelum mengonsumsi obat. Guna mencegah dan mengurangi risiko bibir sumbing.
Advertisement
Sindrom Pierre Robin akan mengakibatkan bayi lahir dengan rahang kecil dan posisi lidah lebih menjorok ke belakang. Penyebab bibir sumbing dari sindrom ini termasuk kondisi yang langka. Sebagian besar bayi yang lahir memiliki celah pada langit-langit rongga mulutnya.
Setelah usia menginjak 2 atau 3 bulan, bayi dapat menjalani operasi bibir sumbing. Secara bertahap, perlu dilakukan operasi lagi.
Sedangkan untuk bayi lahir dengan celah pada langit-langit rongga mulut, sebaiknya melakukan operasi di usia 6 hingga 12 bulan.
Advertisement
- Asupan nutrisi dan asam folat yang tepat. Meski malas makan, pertahankan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang demi anak.
- Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal yang diberikan dokter.
- Menjalani gaya hidup sehat, sebagai pencegahan obesitas.
- Hindari terpapar asap rokok, serta tak mengonsumsi alkohol.
- Tidak konsumsi obat dan suplemen jika tidak ada anjuran dari dokter.
- Apabila ada anggota keluarga yang mengalami bibir sumbing. Lakukan pemeriksaan dan konsultasi pada dokter pada trimester pertama atau usia kehamilan 1 hingga 13 minggu.