Survei Platform Rekruitmen sebut Tiga Poin Penting Sukses untuk Millennial
Merdeka.com - Platform pencarian kerja, Kalibrr, kembali melakukan riset terhadap 3.000 profesional Indonesia di posisi Vice President ke atas. Tujuannya ingin mencari tahu bagaimana perjalanan karir mereka sampai di posisi tersebut. Hasilnya sangat menarik untuk disimak dan bisa menjadi panduan strategi generasi milenial dalam meniti karir ke depannya.
Terdapat tiga poin utama dari hasil temuan Kalibrr. Poin pertama adalah, 93 persen pemimpin yang sukses setuju bahwa mereka yang bekerja sesuai dengan passionnya. Kemudian pada poin kedua, 91 persen pemimpin mengatakan mereka mencintai pekerjaannya dan itu menjadi motivasi untuk mereka berhasil mencapai karir impiannya.
Lalu pada poin yang ketiga ialah kepribadian yang Extrovert, Introvert, atau Ambivert tidak menentukan kualitas kepemimpinan seseorang. Data mengatakan bahwa tidak ada kepribadian yang dominan sebagai pemimpin perusahaan di Indonesia.
Hasil survei itu pun ditambahkan pendapat dari Martha Swissanto, mantan HR Director di Hutchison 3 yang sekarang tengah berprofesi sebagai konsultan HR independen. Dia mengatakan, setiap orang harus memiliki guidance dalam perjalanan karir dan kehidupannya.
"Meskipun kesulitan datang, tetapi saat memiliki jangkar yang kuat, maka tujuan kita akan tercapai. Maka, penetapan tujuan dan cita-cita merupakan urgensi dalam kesuksesan," katanya dalam informasi resmi, Selasa (11/12).
Sebelumnya juga, Kalibrr melakukan riset terhadap 500 professional millennial di Indonesia. Hasilnya pun ditemukan adanya ketertarikan yang berbeda-beda. Sebanyak 56 persen wanita dan 44 persen dengan latarbelakang Teknologi Informasi (TI) memilih Telkom sebagai perusaan yang paling menarik sebagai tempat untuk bekerja. Setelah itu, diikuti dengan Google, Go-Jek, dan Tokopedia.
"Untuk kandidat yang memiliki latarbelakang selain TI, Pertamina menjadi sasaran utama pria untuk meniti karir. Sementara itu, dari sisi wanita, Google mampu menarik perhatian yang bergerak di bidang non IT," tulis laporan tersebut.
Kemudian secara umum, informasi mengenai deskripsi pekerjaan kini tak lagi menjadi informasi yang cukup bagi mereka para millennial. Karakter mereka selalu ingin tahu, membuat mereka mencari lebih dalam tentang kehidupan di perusahaan. Tujuannya untuk membuat pilihan perusahaan mana yang akan menjadi sasaran untuk melamar.
Terlepas itu, Kalibrr merupakan perusahaan platform pencarian kerja yang berbasis teknologi. Platform ini menitikberatkan pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan machine learning.
Dengan teknologi itu, profil jobseeker dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga nantinya akan terjadi efisiensi bagi perusahaan. Dengan kata lain, semua profil jobseeker sudah difilter secara otomatis oleh sistem. Perusahaan hanya akan menerima kandidat yang sesuai dengan kebutuhannya.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya