PT Smartfren Telecom menyiapkan USD 400 juta untuk belanja sedikitnya empat juta Andromax tahun ini.
Jumlah tersebut sudah termasuk Andromax C yang sudah keluar dan 10 tipe lagi yang belum keluar sepanjang tahun ini.
"Penjualan ditargetkan tiga kali lipat tahun ini dibandingkan 2013. Untuk itulah, impor handset kita naikkan, dan belanja iklan juga ditingkatkan," tutur Deputi CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim, Rabu (6/3).
Djoko mengklaim Andromax memiliki spesifikasi global dengan harga terjangkau. Andromax diklaimnya merupakan produk yang sangat sukses. Dan itu terbukti, laporan IDC, bahwa Andromax menjadi ponsel dengan pengapalan terbesar nomor dua setelah Samsung.
"Kuartal I kita sudah masukkan 1 juta ponsel, yang mana 90 persen sudah ada pemesannya. Hal itu membuat banyak distributor kehabisan stok," katanya.
Andromax C dan G merupakan dua produk Smartfren yang paling laku di pasaran. Khusus untuk Februari saja, sudah 300 ribu unit dari dua tipe produk tersebut yang terjual, sehingga menjadikannya sebagai ponsel sejuta umat.
Smartfren akan menambah 100 galeri lagi tahun ini. Saat ini, anak usaha Sinar Mas tersebut sudah memiliki 21 ribu galeri. Sedangkan toko outlet eksklusif Smartfren sudah berjumlah seribu unit dan akan ditambah lagi 2 ribu unit tahun ini.
Handset-handset Andromax selama ini full impor, dan Smartfren belum berpikir untuk membangun pabrik di Indonesia karena yang diutamakan adalah kepentingan pelanggan yang ingin mendapatkan produk murah.