Berdasarkan banyak survei, nyaris seluruh pengguna browser Google Chrome percaya bila menjelajah internet menggunakan mode 'Incognito' terasa lebih aman. Alasannya, mode Incognito membuat browser melupakan riwayat browsing sehingga orang lain tidak mengetahui situs apa saja yang kita buka.
Tak aneh bila akhirnya banyak mayoritas netizen menggunakan mode Incognito untuk membuka situs-situs porno. Sayangnya, rasa aman yang selama ini dirasakan netizen penghobi situs porno itu palsu.
Incognito bukan fitur penghilang jejak ajaib
Semua browser yang ada saat ini, mulai dari Chrome sampai Mozilla Firefox menawarkan Incognito. Namun fitur ini tak sehebat yang Anda kira.
Pada dasarnya Incognito hanya membuat komputer Anda tidak mengingat aktivitas online Anda. Ya, hanya itu! Incognito tidak membuat Anda menjadi anonymous atau tidak dikenal di dunia maya.
Ilustrasi Video Porno ©2015 Merdeka.comPencarian menggunakan Incognito tetaplah direkam oleh penyedia jasa internet atau ISP. Jadi, perusahaan ISP masih bisa memonitor setiap laman internet yang Anda buka.
Bagi Anda yang doyan mengakses situs porno dari komputer kantor, bersiap-siaplah untuk malu. Sebab perusahaan atau atasan Anda bisa dengan mudah mendapatkan data browsing Anda.
Hal ini bahkan ditegaskan oleh Google. Google menyatakan bila menggunakan fitur Incognito tidak menyembunyikan aktivitas browsing Anda dari atasan, penyedia layanan internet atau situs yang Anda kunjungi.
Advertisement
Bahaya login email saat sembari buka situs porno
Sinkronisasi akun Google (Gmail) ke Chrome memberi manfaat besar bagi banyak orang, dan hal ini bak pisau bermata dua bagi netizen yang suka buka situs porno.
Ilustrasi Gmail ©2014 GreenbotYa, login ke akun Gmail atau login ke browser sebenarnya membuat kebiasaan buka situs porno Anda lebih terekspos. Hal tersebut membuat Google lebih mudah melacak aktivitas online negatif Anda.
Super Cookies
Banyak situs porno memiliki fitur bernama 'Super Cookies'. Fitur ini mampu melacak aktivitas online netizen meski pun mereka menggunakan fitur Incognito.
situs porno © Merdeka.comData kebiasaan buka situs porno ini nantinya akan digunakan untuk menampilkan iklan-iklan atau 'saran' aktivitas online negatif lain di luar fitur Incognito. Tentu Anda tidak ingin membuka situs sosial media atau situs lain dan iklan yang tampil soal pornografi bukan?
Advertisement