Siapa yang tidak kenal Albert Einstein, Bill Gates, atau Thomas Edison? Semuanya adalah sosok jenius di bidang sains dan teknologi yang disegani sampai saat ini. Ilmu-ilmu dan teknologi yang menjadi karya mereka juga dipakai sebagai landasan pengembangan sains.
Namun, tahu kah Anda bila sosok-sosok tadi pernah mengungkapkan prediksi akan teknologi di masa depan yang akhirnya terbukti salah. Meski tidak terlalu menciderai integritas mereka, prediksi-prediksi itu menjadi noda yang terus diingat oleh umat manusia. Apa saja prediksi mereka? Berikut ulasannya.
1. "Kita tidak akan pernah membuat sistem operasi 32-bit." - Bill Gates.
Di tahun 80an, Bill Gates pernah mengatakan bila tidak mungkin manusia akan menciptakan sistem operasi komputer 32-bit. Gates percaya bila sistem operasi 16-bit yang ada saat itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, buktinya, kini bahkan manusia sudah mengembangkan teknologi OS 64-bit, mulai dari PC sampai smartphone.
2. "Tidak ada alasannya manusia di masa depan ingin memiliki komputer pribadi di rumah mereka." - Ken Olson, pendiri dan pemilik Digital Equipment Corp.
Sejak komputer Apple I diciptakan oleh Steve Wozniak, nyaris perkembangan komputer dekstop hingga laptop tidak bisa terhentikan. Sekarang ini manusia bahkan mempunyai komputer yang lebih kecil di saku mereka, smartphone.
Advertisement
3. "Mesin terbang yang lebih berat dari udara mustahil bisa bekerja." - Lord Kelvin (William Thomson), ahli matematika dan fisika asal Irlandia.
Pria yang terkenal sebagai penemu derajat suhu 'Kelvin' ini di tahun 1895 mengatakan bila mesin terbang yang bisa bekerja hanya balon terbang saja. Namun, prediksi itu terbantahkan tanggal 17 Desember 1903 saat Wright Bersaudara untuk pertama kalinya sukses menerbangkan pesawat selama 12 detik.
Advertisement
4. "Energi yang dihasilkan dari pemisahan atom sangatlah lemah. Siapa saja yang berharap mendapat sumber energi dari perubahan atom hanya membual saja." - Ernest Rutherford, Fisikawan Inggris.
Pria yang disebut sebagai ahli fisika experimental terhebat dalam sejarah setelah Michael Faraday ini juga dikenal sebagai bapak dari fisika nuklir. Tetapi, Rutherford justru memprediksi bila pemisahaan atom tak menghasilkan apa-apa.
Padahal seperti yang kita tahu, nyaris mayoritas energi nuklir yang dimanfaatkan oleh manusia kini dihasilkan oleh reaksi fisi (pemisahan) Uranium. Uranium pun dipakai sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.
5. "Tidak ada indikasi sedikit pun bila energi nuklir bisa diperoleh umat manusia. Bila itu terjadi, berarti manusia bisa memisahkan atom sesuai keinginan mereka." - Albert Einstein
Sama seperti Rutherford, Einstein gagal memprediksi bila manusia di abad 21 ini sukses menciptaan teknologi fusi dan fisi nuklir yang ditempatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Bahkan, teknologi nuklir sudah lama dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Sumber: 9gag, Wikipedia, biography.com