Nasib Medan Zoo di Tengah Pandemi COVID-19, Ratusan Satwa Terancam Kelaparan

Pandemi COVID-19 yang hingga kini masih merebak di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, berdampak pada keberlangsungan hidup satwa yang ada di Kebun Binatang Medan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Nasib Medan Zoo di Tengah Pandemi COVID-19, Ratusan Satwa Terancam Kelaparan
Nasib Medan Zoo Ditengah Pandemi COVID-19, Ratusan Satwa Terancam Kelaparan. leuserconservation.org ©2020 Merdeka.com

Pandemi COVID-19 yang hingga kini masih merebak di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, berdampak pada keberlangsungan hidup satwa yang ada di Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo yang berada di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Akibat dari COVID-19, sebelumnya Medan Zoo telah ditutup sementara sejak 23 Maret 2020 lalu. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19.

Penutupan ini berdampak pada tidak adanya pemasukan Medan Zoo yang mengoleksi lebih dari 270 ekor satwa berbagai jenis. Dampak tersebut tidak hanya pada satwa yang berada di Lembaga Konservasi (LK) tersebut, tetapi juga berpengaruh pada gaji pegawai.

"Dalam satu hari kebutuhan untuk makanan saja, sudah sekitar Rp3 juta. Satwa-satwa dalam kondisi baik, ada 2 dokter hewan dan pegawai ditugaskan, selebihnya dirumahkan," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan, Putrama Al Khairi, Senin (27/4), dilansir dari liputan6.com.

Meski sampai saat ini satwa-satwa di Medan Zoo belum ada yang kelaparan, namun untuk memenuhi kebutuhan makanan para satwa, pengelola kesulitan mendapatkan dana dan terpaksa mencari utang ke sana kemari.

Pihak pengelola Medan Zoo juga sudah mengumpulkan donasi dari kalangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebesar Rp32 juta. Kemudian bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumut sebesar Rp25 juta.


"Kita juga membuka koin donasi yang saat ini baru terkumpul sekitar Rp1 jutaan. Alhamdulillah kita juga mendapatkan bantuan 200 ekor ayam dari Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta," sebut Putrama.

Kesulitan yang dialami oleh para pengelola Medan Zoo di tengah pandemi ini diperparah karena pendapatan yang didapatkan oleh kebun binatang ini hanya berasal dari pejualan tiket karcis saja. Saat ini Pemko Medan masih mengusahakan regulasinya melalui beberapa kali pertemuan pembahasan. Mengingat tidak adanya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang masuk ke Medan Zoo.

Putrama mengungkapkan, dalam sebulan Medan Zoo membutuhkan dana hingga Rp 100 juta untuk perawatan satwa. Biaya ini belum termasuk gaji para pegawai. Apalagi biaya kebutuhan untuk makanan satwa."Saat ini juga, ada 16 ekor harimau yang mempertaruhkan hidup di tengah pandemi. Dengan kondisi ini, diharap ada solusi dari Pemko Medan. Jika, tidak satwa-satwa yang ada di Medan Zoo terancam mati kelaparan," ungkapnya.

Putrama berharap pandemi COVID-19 bisa cepat berakhir, sehingga Medan Zoo bisa beroperasi kembali seperti biasanya. Medan Zoo juga masih membuka donasi resmi untuk menolong satwa yang terancam kelaparan."Donasi bisa diserahkan atau dijemput langsung," Putrama menandaskan.

Rekomendasi