Tantangan Dunia Kesehatan Setelah Pandemi Dinyatakan Berakhir

Benjamin juga mengatakan, adanya pandemi membuat banyak orang menyadari kualitas layanan kesehatan di Indonesia sudah cukup mumpuni.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Tantangan Dunia Kesehatan Setelah Pandemi Dinyatakan Berakhir
Tantangan Dunia Kesehatan Setelah Pandemi Dinyatakan Berakhir. ©2023 Merdeka.com

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mencabut status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) untuk Covid-19 sehingga Covid-19 tidak lagi sebagai darurat kesehatan global. Namun, pada kenyataannya, dunia kesehatan tetap memiliki sejumlah tantangan.

Group Commercial Director Mayapada Healthcare, Benjamin Winoto menyampaikan penyakit setelah pandemi sama saja seperti sebelumnya.

"Pasca pandemi sebetulnya penyakit tuh masih sama-sama aja. Namun, pasca covid pernah terjadi peningkatan permasalahan paru-paru," ungkap Benjamin, Senin (16/5).

Benjamin juga mengatakan, adanya pandemi membuat banyak orang menyadari kualitas layanan kesehatan di Indonesia sudah cukup mumpuni.

"Tapi dengan pandemi orang banyak membuka mata bahwa layanan kesehatan di negara sendiri itu lebih sudah siap daripada apa yang banyak orang Indonesia pikirkan sebelumnya," sambungnya.

Kemudian, Benjamin juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga diri.

"Jadi memang orang bilang covid sudah berlalu, WHO mengatakan bukan lagi pandemi. Tapi kita sebagai masyarakat indonesia harus menjaga diri karena kita tau kita menghadapi situasi yang cukup berat," kata Benjamin.

Dia juga mengapresiasi masyarakat yang berhasil melewati pandemi sekaligus mengingatkan tuntutan masyarakat terkait kesehatan masih tergolong berat.

"Tapi siapa pun yang mampu bertahan selama era pandemi kemarin itu adalah kita-kita yang sudah terlatih dan lebih kuat. Protokol kesehatan itu pasti makanya kalau teman-teman media ke sini diperiksa dulu. Tuntutan masyarakat akan lebih berat dan besar pada saat setelah pandemi, di mana mereka menemui sesuatu yang lebih besar dan komprehensif," tuturnya.

"Tapi dengan pandemi orang banyak membuka mata bahwa layanan kesehatan di negara sendiri itu lebih sudah siap daripada apa yang banyak orang Indonesia pikirkan sebelumnya," sambungnya.

Kemudian, Benjamin juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga diri.

"Jadi memang orang bilang covid sudah berlalu, WHO mengatakan bukan lagi pandemi. Tapi kita sebagai masyarakat indonesia harus menjaga diri karena kita tau kita menghadapi situasi yang cukup berat," kata Benjamin.

Dia juga mengapresiasi masyarakat yang berhasil melewati pandemi sekaligus mengingatkan tuntutan masyarakat terkait kesehatan masih tergolong berat.

"Tapi siapa pun yang mampu bertahan selama era pandemi kemarin itu adalah kita-kita yang sudah terlatih dan lebih kuat. Protokol kesehatan itu pasti makanya kalau teman-teman media ke sini diperiksa dulu. Tuntutan masyarakat akan lebih berat dan besar pada saat setelah pandemi, di mana mereka menemui sesuatu yang lebih besar dan komprehensif," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, PT Zurich Topas Life (Zurich) menggandeng PT Bank Mayapada Internasional Tbk (Bank Mayapada) dan Mayapada Hospital untuk memperluas layanan perlindungan kesehatan terlengkapnya melalui Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA).

Direktur Zurich Topas Life Budi Darmawan mengatakan, setiap individu memiliki perlindungan kesehatan yang berbeda dan ZOHA adalah solusi untuk membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan perlindungan.

"Kerja sama ini adalah bentuk komitmen Zurich untuk mengutamakan nasabah di setiap aktivitas kerja kami dan memberikan akses luas akan perawatan medis terbaik dunia kepada masyarakat," katanya.

ZOHA menjadi salah satu premi asuransi kesehatan paling terjangkau di pasaran, dengan pilihan fitur yang optimal dan pembayaran hingga Rp40 miliar per tahun. ZOHA juga menawarkan empat plan perlindungan dan tersedia untuk masyarakat Indonesia mulai dari usia 30 hari hingga 70 tahun.

Reporter Magang: Alya Fathinah

Rekomendasi