Wiranto: Golput itu dosa!

Pemimpin layaknya nakhoda. Sedangkan masyarakat adalah awak perahu.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Wiranto: Golput itu dosa!
Kampanye Hanura di Jakarta. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Ketua umum Partai Hanura Wiranto mengimbau kepada warga negara yang baik untuk menggunakan hak pilihnya pada Pileg dan Pilpres 2014. Jika tidak bangsanya sendiri yang dirugikan. Capres yang berpasangan dengan Hary Tanoe ini pun menyebut bagi mereka yang golput atau tidak menggunakan hak pilih bisa berdosa."Kalau menurut saya, golput dosa," kata Wiranto usai melakukan kampanye terbuka di Lapang Tegalega Bandung, Selasa (1/4).Dia kemudian menganalogikan pemimpin layaknya nakhoda. Sedangkan masyarakat adalah awak perahu. "Nasib perahu sangat ditentukan juga awaknya," ungkapnya.Agar dapat berlayar dengan baik, perahu membutuhkan seorang nakhoda yang andal. Begitu pun sebuah negara, harus memiliki pemimpin yang berkompeten. Karena itu, setiap awak harus ikut memilih dan menentukan nakhoda perahu."Jika salah pilih nakhoda, maka perahu tersebut akan karam," jelasnya.Wiranto juga menyinggung masalah politik uang yang masih marak jelang Pemilu 2014 ini. Di Jabar yang tersebar di 13 kabupaten/kota sendiri terjadi 22 kasus dugaan pelanggaran politik. Ia pun mengecam tindakan tidak bersih itu. "Pendek kata, money politics adalah pengkhianatan," tuturnya.Dia berharap pemimpin yang terlahir di tahun ini memiliki integritas dan kompetensi. Namun jika dasarnya diwarnai politik uang, bangsa ini akan ternoda.

Rekomendasi