Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kampanye negatif sulit dihindari di pemilihan presiden 2019. Menurut JK, kampanye negatif adalah cara salah satu paslon untuk mengemukakan kesalahan berbasis fakta dari lawan paslon.
"Kalau kampanye positif itu bagus, tapi kampanye negatif kadang-kadang susah dihindari, karena selama dia mengemukakan fakta. Artinya untuk kampanye ini berbuatlah yang positif dan jangan bikin kesalahan," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (16/10).
JK menjelaskan saat kampanye berlangsung kesalahan-kesalahan dari lawan sulit dihindari. Tetapi mengemukakan kekeliruan lawan adalah hal yang lumrah.
"Di mana kampanye yang mengemukakan, bukan kampanye sebenarnya itu kesalahan orang itu susah kadang-kadang susah dihindari. Apakah beras naik, wah itu salah. Itu atau you bikin kesalahan apa, semua di mana-mana itu jangan diintruksikan, bahwa itu tidak melanggar apa-apa. Walaupun jangan katakan negatif, mengemukakan kekeliruan lawan itu sesuatu yang biasa-biasa saja," papar JK.
Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mempersilakan kadernya melakukan negative campaign atau kampanye negatif di Pemilu 2019 mendatang. Hal itu disampaikan saat Konsolidasi Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10).
"Saya mengatakan 80 persen kampanye kita harus positive campaign. Silakan masuk ke negative campaign cukup 20 persen," kata Sohibul.
Dia menjelaskan, kampanye negatif yang dimaksud adalah kampanye yang 'menyerang' kelemahan lawan. Namun, hal itu harus didasari dengan fakta.
"Negative campaign yang kita angkat adalah kelemahan lawan kita tetapi ada faktanya. Tidak bohong, itu kalau negative campaign, itu boleh. Sebab publik harus tahu, calon lain ini apa kelemahannya," jelasnya.