Elektabilitas Partai Demokrat merangkak naik. Hal ini tercermin dari hasil survei sejumlah lembaga tentang elektabilitas partai politik.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Willem Wandik menilai, naiknya elektabilitas partai maupun Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dampak dari kerja lapangan yang dilakukan para kader.
Willem mengatakan, hasil survei itu membuktikan bahwa masyarakat mengharapkan di masa akan datang dibutuhkan pemimpin muda yang mempunyai semangat kerja lebih baik.
"Bukti muda adalah kekuatan, sesuai dengan tagline Partai Demokrat," tegas Wilem dalam pesan singkat, Kamis (27/5).
Diketahui, elektabilitas Demokrat mengalami tren peningkatan berdasarkan survei terbaru Y-Publica. Partai yang dipimpin AHY ini menggeser Golkar dari posisi tiga besar dengan angka 8,1 persen.
Pada urutan pertama masih diduduki PDIP dengan elektabilitas 22,5 persen, disusul oleh Gerindra sebesar 13,2 persen. Golkar yang sebelumnya selalu menempati urutan ketiga terlempar ke empat besar, dengan raihan elektabilitas 7,8 persen.
Meski sempat diterpa isu dualisme karena Kongres Luar Biasa versi Moeldoko. Hal ini justru menurut Willem, membuat Demokrat terus menjadi perbincangan publik. Sehingga berpengaruh terhadap elektabilitas partai maupun Ketum AHY.
"Banyak yang inginan tahu bagaimana nasib Partai Demokrat yang dilahirkan SBY, lalu mau direbut orang lain. Saya rasa masyarakat Indonesia juga tahu kok siapa Partai Demokrat, pastinya Partai Demokrat adalah SBY, dan SBY adalah Partai Demokrat, jadi tidak sembarangan orang bisa merebutnya," papar Willem.
Di sisi lain, rajinnya AHY Umum dan para kader Partai Demokrat terjun bersama rakyat juga berdampak pada meningkatnya elektabilitas partai. "Semua kader tetap bersama rakyat, karena rakyat merindukan sosok kepemimpinan SBY. Itulah yang membuktikan Partai Demokrat dan AHY disukai rakyat Indonesia di tahun 2024,” kata dia meyakini.
Akan tetapi, dirinya sebagai kader tidak besar hati meski elektabilitas Partai Demokrat dan AHY terus melonjak. kata dia, arahan AHY, para kader terus berkerja dan berkerja untuk rakyat.
"Arahannya kerja, kerja, biar masyarakat yang merasakan hasil kerja kita semua,” tambah Willem.
Berdasar rilis survei Perkumpulan Kader Bangsa bekerja sama dengan Akar Rumput Strategic Consulting pada akhir April–awal Mei 2021, elektabi litas Partai Demokrat juga masuk dalam tiga besar dengan 14,8 persen.
Partai Gerindra 15,03 persen dan PDIP 19,6 persen.
Sementara Indikator Politik Indonesia merilis elektabilitas Partai Demokrat yang berada di urutan keempat dengan elektabilitas 8 persen. Demokrat naik cukup besar dari 5 persen pada Maret 2021.
Di urutan pertama masih PDI Perjuangan sebesar 25,3 persen. Posisi kedua ditempati Partai Gerindra dengan elektabilitas sebesar 13,1 persen. Ketiga, Partai Golkar dengan elektabilitas 9,2 persen.