Tolak munaslub Golkar, Ridwan Bae khawatir akan timbul konflik baru

"Seperti kemarin Surya Paloh melahirkan partai baru. Agung melahirkan munas baru," kata Ridwan.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Tolak munaslub Golkar, Ridwan Bae khawatir akan timbul konflik baru
Munas Golkar di Bali. ©2014 Merdeka.com/iqbal fadil

Ketua DPD Golkar Sulawesi Tenggara Ridwan Bae menyuarakan penolakan munaslub yang akan digelar 23 Mei mendatang. Alasannya, Menkum HAM Yasonna Laoly telah menerbitkan SK kepengurusan Golkar hasil munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie (Ical) dengan mengakomodir loyalis Agung Laksono.Ridwan mengatakan, munaslub nantinya hanya akan melahirkan konflik baru. Mereka memiliki jago masing-masing yang diprediksi akan saling menjatuhkan satu sama lain demi bisa memimpin Partai Golkar."Munaslub akan melahirkan kelompok baru. Ada 8 calon. Ada 8 kelompok," kata Ridwan saat dihubungi, Rabu (27/4).Ridwan juga khawatir, jika munaslub 23 Mei mendatang akan melahirkan partai baru. Seperti yang dilakukan Surya Paloh membentuk NasDem karena kalah dari munas Golkar oleh Ical."Setiap munas Golkar ada dampak seperti kemarin Surya Paloh melahirkan partai baru. Agung melahirkan munas baru. Kalau tidak cocok lagi, 8 kelompok ini buat munas lagi," cetus dia.Di sisi lain, Ridwan melihat kepemimpinan Aburizal Bakrie tidak bermalasah selama di Golkar. Kendati jika munas memang harus dilakukan, dia mengajak seluruh kader Golkar untuk komitmen tak ada konflik lagi pasca munaslub dihelat."Tapi kalau itu terjadi, kita harus munaslub, maka kita harap, mari kita jalan dengan munas bersih. Maka tidak boleh ada munas yang lain. Apapun hasilnya Menkum HAM harus mengesahkan. Mari kita solid dalam melahirkan calon-calon. Siapapun dia bergabung mendukung, termasuk Laoly. Harus ada pernyataan resmi, dia harus tanda tangan SK pengesahan. Jadi ada jaminan," pungkasnya.

Rekomendasi