Pulihkan nama baik, alasan Pansus KPK ingin hadirkan Miryam Haryani

Pulihkan nama baik, alasan Pansus KPK ingin hadirkan Miryam Haryani. Panitia Khusus (Pansus) angket KPK mengatakan, pemanggilan Miryam S Haryani dalam rapat Pansus bukanlah menjadi agenda utama. Pemanggilan Miryam hanyalah bentuk dari usulan yang meminta didahulukan.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Pulihkan nama baik, alasan Pansus KPK ingin hadirkan Miryam Haryani
sidang korupsi e-KTP. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Panitia Khusus (Pansus) angket KPK mengatakan, pemanggilan Miryam S Haryani dalam rapat Pansus bukanlah menjadi agenda utama. Pemanggilan Miryam hanyalah bentuk dari usulan yang meminta didahulukan. Namun meski begitu, usulan tersebut harus menunggu persetujuan dari KPK. "Kalau kemudian nanti KPK tidak mengizinkan tentu kami tidak boleh juga langsung berandai-andai. Kita nanti bicarakan dengan musyawarah mufakat mana yang terbaik," kata Anggota Pansus KPK, Arsul Sani di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/6). Terkait penjadwalan pemanggilan Miryam pun, kata Arsul, tak bersifat mengikat. Kapanpun bisa dihadirkan sesuai dengan jadwal. "Kita lihat dulu perkembangannya seperti apa. Saksi di pengadilan saja kalau hari yang ditentukan belum bisa kan dipanggil lagi," ujar Arsul.Menurutnya, usulan tersebut janganlah sampai menjadi pemicu benturan antar lembaga negara dan lembaga penegak hukum. Hal ini pun, katanya, sudah mulai dibicarakan antara DPR dengan pimpinan KPK.Politisi PPP ini mengaku, belum mengetahui kalau kasus Miryam dilimpahkan ke persidangan. Sebab sejauh ini Pansus pun belum mendapatkan informasi proses hukum Miryam. Kata dia, kehadiran Miryam dalam rapat Pansus lantaran ada sejumlah nama yang disebut Miryam dalam persidangan merasa tak melakukan apa yang dituduhkan. Untuk itu, kehadiran Miryam sangat penting untuk mengembalikan nama baik sejumlah orang."Mereka sampaikan terbuka di pleno komisi apa yang dikatakan (Miryam) tidak benar. Kita hormati juga hak teman-teman pulihkan nama baiknya. Apalagi mereka sudah sampaikan kalau ternyata benar mereka menekan, mereka akan undur diri dari DPR," paparnya. "Kita masih percaya bahwa KPK dan DPR tetap kerja bersama dengan tetap hormati kewennagn masing-masing," imbuhnya.

Rekomendasi