Presiden PKS, Sohibul Iman menjelaskan ihwal penarikan dukungan kepada Deddy Mizwar yang sebelumnya diusung oleh PKS. Hal itu dilatarbelakangi oleh syarat yang diinginkan oleh PKS ada dalam sosok Sudrajat.
Demikian disampaikan saat memberikan pidato dalam acara deklarasi pasangan Sudrajat - Ahmad Syaikhu di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur Kota Bandung, Kamis (10/1).
"Alasan memilih Sudrajat - Syaikhu memenuhi lima syarat pemimpin Jabar. Yaitu nyunda, nyantri (santri), nyakola (berpendidikan), nyantika (sopan santun) dan nyatria (bersifat ksatria)," katanya.
Kritera itu dinilai ada dalam biografi Sudrajat. Jika menilik dalam hal kesundaan, Sudrajat adalah orang sunda tulen. Orang tuanya berasal dari Sumedang dan Cianjur.
"Darahnya sudah sunda, wajahnya pun sunda. Memang dia lulusan universitas di Amerika, tapi dia sunda banget," katanya.
Bahkan Sohibul berani membandingkan dengan Dedi Mulyadi yang dikenal dengan sosok pelestari kebudayaan sunda. Menurutnya, kesundaan Sudrajat dinilai 10 poin.
"Dedi itu nilainya 8,5 lah, yang lain di bawah itu dari kesundaan," ucapnya.
Kriteria kedua, adalah nyantri. Menurut Sohibul Iman, Ajat yang punya pesantren di Sukabumi dan berasal dari keluarga pesantren sudah tidak perlu diragukan dalam kategori tersebut.
"Meskipun kategori nyantri masih kalah sama Syaikhu, tapi Sudrajat angkanya delapan," ucapnya.
Dalam hal pendidikan, Sudrajat pun dinilai unggul. Pasalnya, tidak ada calon lain lulusan Harvard selain Sudrajat.
"Pendidikannya tinggi. Lulus di Harvard. Banyak yang ingin sekolah di sana. Saya tidak berhasil, berarti Sudrajat dapat nilai 10," terangnya.
Kriteria lain adalah, Sudrajat mempunyai etika yang bagus. Senang bersenda gurau, sopan dan selalu menghormati orang kain, meskipun kepada yang lebih muda. Kriteria terakhir, Sudrajat dinilai punya jiwa ksatria dan gagah.
"Jadi, PKS tidak ragu memilih Sudrajat. Jadi, media jangan nanya lagi kenapa pilih sudrajat (dan meninggalkan Demiz)," pungkasnya.